RADARBANYUWANGI.ID - Amerika Serikat akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Paraguay pada laga pembuka Grup D yang berlangsung di Los Angeles, Jumat waktu setempat.
Pertandingan ini menjadi langkah awal yang sangat menentukan bagi tim asuhan Mauricio Pochettino. Dalam grup yang juga dihuni Australia dan Turki, posisi dua besar menjadi target mutlak untuk memastikan tiket ke babak gugur.
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat berambisi memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri demi melangkah sejauh mungkin di turnamen terbesar dunia tersebut.
Baca Juga: Pesawat Amfibi Hadir di Banyuwangi, Bisa untuk Wisata hingga Evakuasi Medis
Pochettino Siapkan Momentum Kebangkitan Tuan Rumah
Amerika Serikat lolos otomatis ke putaran final sebagai tuan rumah sehingga tidak perlu menjalani kualifikasi zona CONCACAF. Situasi itu memberi Mauricio Pochettino waktu hampir dua tahun untuk membangun fondasi tim dan mempersiapkan skuad menuju Piala Dunia.
Meski demikian, hasil laga pemanasan terakhir menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Setelah meraih kemenangan impresif 3-2 atas Senegal, The Stars and Stripes harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 1-2 dalam laga uji coba terakhir.
Baca Juga: Warga Kebaman, Wonosobo dan Mangir Bersiap, Listrik Padam Kamis Pagi
Gol spektakuler Antonee Robinson sempat menyamakan kedudukan, namun tidak cukup menyelamatkan tim dari kekalahan.
Kini fokus sepenuhnya tertuju pada laga melawan Paraguay yang berpotensi menentukan arah perjalanan Amerika Serikat di fase grup.
Menurut peringkat FIFA terbaru, Amerika Serikat berada di posisi ke-16 dunia. Turnamen tahun ini menjadi penampilan ke-12 mereka di putaran final Piala Dunia.
Target realistis yang dibidik adalah setidaknya menyamai pencapaian pada Piala Dunia 1994 ketika mereka berhasil menembus babak 16 besar saat menjadi tuan rumah.
Secara historis, pencapaian terbaik Amerika Serikat terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika mereka melaju hingga perempat final. Selain itu, mereka juga selalu mampu lolos ke fase gugur dalam tiga partisipasi terakhir.
Menariknya, laga melawan Paraguay menjadi pertemuan pertama kedua negara di ajang Piala Dunia dalam kurun waktu 96 tahun. Pada pertemuan sebelumnya, Amerika Serikat berhasil menang 3-0.
Baca Juga: Jari Membengkak dan Meradang, Damkar Banyuwangi Potong Cincin Nenek 76 Tahun
Paraguay Datang Tanpa Beban
Berbeda dengan Amerika Serikat yang dibebani ekspektasi tinggi, Paraguay datang ke Amerika Utara dengan status tim kuda hitam. La Albirroja memastikan tiket ke putaran final setelah finis di posisi keenam kualifikasi zona CONMEBOL.
Di bawah arahan Gustavo Alfaro, Paraguay menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah kemenangan sensasional 2-1 atas juara dunia Argentina dalam fase kualifikasi.
Alfaro menjadi pelatih asal Argentina ketiga yang menangani Paraguay di putaran final Piala Dunia. Pendekatan pragmatis yang diterapkannya menjadikan Paraguay sebagai tim yang sulit dikalahkan.
Baca Juga: Kamis Besok, PLN Padamkan Listrik di Kalipuro, Ketapang dan Bangsring
Mereka tidak terlalu mengandalkan penguasaan bola dan lebih fokus memanfaatkan bola mati serta transisi cepat. Karakter seperti ini sering kali menjadi ancaman bagi tim yang lebih diunggulkan.
Meski sempat kalah 1-2 dari Amerika Serikat dalam laga persahabatan pada November tahun lalu, Paraguay menunjukkan respons positif dengan memenangi tiga dari empat pertandingan berikutnya.
Kepercayaan diri mereka semakin meningkat setelah menghancurkan Nikaragua dengan skor telak 4-0 dalam laga pemanasan terakhir.
Piala Dunia 2026 juga menjadi penampilan pertama Paraguay di turnamen ini sejak edisi 2010. Kala itu mereka mencatat sejarah dengan mencapai perempat final, pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola Paraguay.
Adu Kekuatan Lini Tengah Jadi Penentu
Amerika Serikat diperkirakan tetap mengandalkan formasi fleksibel dengan tiga bek tengah. Kapten veteran Tim Ream akan menjadi pemimpin lini pertahanan. Sementara Miles Robinson dan Mark McKenzie bersaing mengisi posisi yang ditinggalkan Chris Richards yang baru pulih dari cedera pergelangan kaki.
Di sektor tengah, kombinasi Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman menjadi tumpuan utama dalam mengontrol permainan.
Baca Juga: Nekat Curi Uang, Rokok, dan HP, Perantau Surabaya Dibekuk di Banyuwangi
Sorotan terbesar tetap mengarah kepada Christian Pulisic. Bintang AC Milan tersebut akan menopang Folarin Balogun yang musim lalu mencetak 19 gol bersama AS Monaco di semua kompetisi.
Di kubu Paraguay, fondasi utama keberhasilan mereka terletak pada lini belakang yang solid.
Duet Gustavo Gomez dan Omar Alderete diperkirakan kembali menjadi benteng utama pertahanan. Sementara kreativitas permainan akan banyak bergantung pada Julio Enciso.
Baca Juga: Warga Genteng dan Sempu Bersiap, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik Kamis 11 Juni 2026
Meski sempat mengalami cedera ringan pada otot paha depan saat menghadapi Nikaragua, pemain muda yang bersinar bersama Strasbourg tersebut diprediksi tetap tampil sejak menit awal.
Enciso akan bekerja sama dengan Miguel Almiron dan Diego Gomez untuk mendukung Tonny Sanabria yang menjadi pencetak gol terbanyak Paraguay di kualifikasi CONMEBOL dengan koleksi empat gol.
Prediksi Susunan Pemain
Amerika Serikat (3-4-2-1): Freese; Freeman, M. Robinson, Ream; Dest, McKennie, Adams, A. Robinson; Pulisic, Tillman; Balogun.
Paraguay (4-2-3-1): Gill; Caceres, G. Gomez, Alderete, Alonso; Bobadilla, Cubas; D. Gomez, Enciso, Almiron; Sanabria.
Performa Lima Pertandingan Terakhir
Amerika Serikat: Menang, Menang, Kalah, Kalah, Menang, Kalah.
Paraguay: Kalah, Kalah, Menang, Menang, Kalah, Menang.
Prediksi skor: Amerika Serikat 2-1 Paraguay.
Paraguay dipastikan tidak akan menjadi lawan yang mudah. Organisasi permainan yang rapi serta kekuatan dalam situasi bola mati dapat merepotkan lini belakang Amerika Serikat.
Baca Juga: Tol Prosiwangi Segmen Gending-Besuki Ditarget Beroperasi Penuh Juli 2026
Namun keuntungan bermain di kandang sendiri diperkirakan menjadi faktor pembeda. Dukungan puluhan ribu suporter di Los Angeles diyakini mampu meningkatkan motivasi skuad Mauricio Pochettino.
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Amerika Serikat masih sedikit lebih unggul dibanding Paraguay.
Jika mampu mengendalikan tekanan dan tampil efektif di depan gawang, The Stars and Stripes berpeluang mengawali turnamen dengan hasil maksimal. (*)
Editor : Niklaas Andries