RADARBANYUWANGI.ID - Nasib berbeda dialami dua klub besar London pada pekan terakhir Premier League 2025-2026. Tottenham Hotspur sukses menghindari degradasi secara dramatis setelah menang tipis 1-0 atas Everton, sementara West Ham United dipastikan terlempar ke Championship.
Gol semata wayang gelandang Portugal, Joao Palhinha, pada babak pertama menjadi penentu keselamatan Spurs di laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu waktu setempat.
Gol tersebut tercipta lewat situasi kemelut di depan gawang dan hanya beberapa sentimeter melewati garis gawang. Meski terlihat sederhana, momen itu menjadi penyelamat Tottenham dari ancaman degradasi yang menghantui sepanjang musim.
Baca Juga: Truk Batu Bara Rem Blong di Rogojampi Banyuwangi, Tronton Terguling ke Parit
West Ham Menang, Tetapi Tetap Turun Kasta
Di saat bersamaan, West Ham sebenarnya berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Leeds United di London timur.
Baca Juga: Harlah ke-80 Muslimat NU Banyuwangi Meriah, Ribuan Kader Siap Perkuat Dakwah dan Sosial
Namun hasil tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka karena Tottenham juga berhasil mengamankan tiga poin.
West Ham akhirnya harus turun ke Championship dengan koleksi 39 poin, jumlah yang menyamai rekor poin tertinggi klub yang tetap terdegradasi sejak musim 2010-2011.
Ini juga menjadi kali pertama The Hammers kembali bermain di Championship sejak 2012.
Tottenham Bertahan Lewat Akhir Menegangkan
Menjelang laga terakhir musim ini, Spurs hanya akan terdegradasi apabila kalah di kandang sendiri dan West Ham menang atas Leeds.
Situasi sempat menegangkan ketika kabar keunggulan West Ham menyebar ke Tottenham Hotspur Stadium pada 20 menit akhir pertandingan.
Namun tim asuhan Roberto De Zerbi mampu bertahan berkat disiplin lini belakang serta penyelamatan krusial kiper Antonín Kinsky pada masa injury time babak kedua.
Baca Juga: Meski Efisiensi Anggaran, Pemkab Banyuwangi Rehab 134 Sekolah dan Gandeng CSR Swasta
“Kami menunjukkan karakter luar biasa. Para pemain membuktikan bahwa mereka adalah pribadi hebat dan pemain berkualitas,” ujar De Zerbi.
“Kami mungkin memainkan pertandingan terbaik sejak saya datang. Kami menghadapi Everton yang mungkin pelatihnya ingin membantu West Ham bertahan, tetapi itu tidak terjadi,” tambahnya.
Baca Juga: Tower XL di Jalan Brawijaya Banyuwangi Disegel Satpol PP, Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap
Musim Buruk Tottenham Nyaris Berakhir Tragis
Kemenangan atas Everton menjadi kemenangan kandang ketiga Tottenham di liga sepanjang musim dan yang pertama sejak awal Desember.
Musim 2025-2026 memang menjadi salah satu periode paling sulit bagi Spurs dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Pemdes Tegalharjo Banyuwangi Bangun Jalan Dusun Terpencil Lewat Kolaborasi dengan Perkebunan
Tottenham memulai musim bersama pelatih Thomas Frank, tetapi rentetan hasil buruk membuatnya dipecat. Posisi tersebut kemudian diisi Igor Tudor, namun perubahan itu juga gagal membawa perbaikan.
Frank kehilangan dukungan setelah performa mengecewakan melawan Chelsea dan Arsenal, sedangkan Tudor hanya bertahan selama 44 hari.
Kedatangan Roberto De Zerbi pada akhir Maret menjadi titik balik penting. Pelatih asal Italia itu mampu membawa Spurs mengoleksi 11 poin dari enam pertandingan terakhir, jumlah yang akhirnya cukup untuk menyelamatkan klub dari degradasi.
Bek Tottenham, Micky van de Ven, mengakui musim timnya sangat memalukan.
“Tidak bisa diterima klub sebesar ini harus bermain untuk menghindari degradasi pada laga terakhir musim,” kata Van de Ven.
“Kami punya banyak pemain hebat. Memalukan situasinya sampai seperti ini, tetapi yang terpenting kami berhasil bertahan,” ujarnya. (*)
Editor : Niklaas Andries