Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atubolu Siap Ukir Sejarah Bersama Freiburg di Final Liga Europa vs Aston Villa

Niklaas Andries • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:45 WIB
BURU SEJARAH: Kiper muda Freiburg Noah Atubolu siap ukit sejarah di final Liga Europa (Freiburg)
BURU SEJARAH: Kiper muda Freiburg Noah Atubolu siap ukit sejarah di final Liga Europa (Freiburg)

RADARBANYUWANGI.ID - Ketika SC Freiburg melangkah ke lapangan menghadapi Aston Villa pada final UEFA Europa League Final di Istanbul, Rabu malam waktu setempat, tak banyak sosok yang merasakan momen itu sedalam Noah Atubolu.

Penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut bukan sekadar pemain utama Freiburg. Ia adalah putra asli kota Freiburg yang tumbuh bersama klub tersebut sejak kecil. Kini, Atubolu berada di ambang sejarah besar: membawa klub masa kecilnya tampil di final Eropa pertama sepanjang sejarah.

Perjalanan Freiburg yang Penuh Perjuangan

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Glagah Banyuwangi Lolos SNBP UGM, Monika Tembus Jurusan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol

Freiburg melaju ke partai puncak setelah melewati perjalanan berat sepanjang musim. Klub Bundesliga itu mampu menyingkirkan sejumlah lawan tangguh, baik kandang maupun tandang, sebelum memastikan tiket final.

Atubolu mengakui bahwa perjalanan timnya tidak pernah mudah. Dalam fase gugur, Freiburg beberapa kali berada dalam posisi tertinggal setelah leg pertama, termasuk saat menghadapi Genk dan Braga. Namun, mentalitas pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan mereka bangkit.

Baca Juga: USP SD Banyuwangi 2026 Dimulai, Ribuan Siswa Kelas VI Jalani Ujian Penentu Kelulusan

“Kami menunjukkan bahwa tim ini punya karakter kuat untuk bangkit dari tekanan. Sekarang kami berada di final,” ujar Atubolu dalam wawancara bersama UEFA.

Musim ini memang terasa spesial bagi Freiburg. Klub yang sebelumnya lebih sering berkutat di papan tengah Bundesliga kini sukses menembus level elite kompetisi Eropa.

Dari Tribun Stadion ke Final Eropa

Kisah Atubolu bersama Freiburg terbilang emosional. Ia mengaku sudah mendukung klub tersebut sejak usia 11 tahun berkat pengaruh sang ayah yang juga fan setia Freiburg.

Masa kecilnya dihabiskan di tribun Südtribüne stadion lama Freiburg. Dari sana ia menyaksikan sejumlah pemain idolanya tampil, termasuk Matthias Ginter dan Christian Günter, yang kini justru menjadi rekan setim sekaligus kaptennya.

“Dulu saya menonton mereka dari tribun. Sekarang saya bermain bersama mereka di lapangan. Rasanya luar biasa,” katanya.

Final di Istanbul juga akan menjadi momen keluarga besar bagi Atubolu. Semua orang terdekatnya dipastikan hadir untuk memberikan dukungan langsung.

Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas, Bantu ASI Lancar dan Kurangi Kecemasan

“Semua yang mendukung perjalanan saya akan ada di sana. Teman-teman, keluarga, agen, semuanya datang,” ungkapnya.

Penyelamatan Penalti yang Mengubah Segalanya

Salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Freiburg musim ini terjadi saat semifinal melawan Braga. Pada leg pertama, Atubolu sukses menggagalkan penalti lawan dalam situasi krusial.

Aksi heroiknya itu menjadi titik balik yang membantu Freiburg menjaga peluang lolos ke final.

Baca Juga: Wis Esa Sek Adi Banyuwangi Diserbu Pelajar, Edukasi Sumber Gedor Bikin Anak-anak Takjub Air Sedingin Kulkas

Namun, bagi Atubolu, atmosfer pada leg kedua semifinal menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang kariernya.

“Suasana stadion malam itu adalah sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ujarnya.

Sentuhan Julian Schuster di Balik Kebangkitan Freiburg

Kesuksesan Freiburg musim ini tidak lepas dari tangan dingin pelatih Julian Schuster. Meski belum pernah bermain bersama Schuster semasa aktif, Atubolu menilai sang pelatih memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan tim.

Sejak mengambil alih kursi pelatih pada 2024, Schuster berhasil membawa Freiburg melaju hingga semifinal DFB-Pokal dan kini final Liga Europa.

Musim lalu Freiburg juga finis di posisi kelima Bundesliga dan berhasil lolos ke Liga Europa.

“Kesuksesan berbicara dengan sendirinya. Itu membuktikan kualitas pelatih kami dan kekuatan tim ini,” kata Atubolu.

Baca Juga: Kaca Fortuner Dipecah di Banyuwangi, Uang Rp 300 Juta Raib Usai Korban Ambil dari Bank

Belajar dari Kekalahan Bersama Timnas Jerman U-21

Pengalaman tampil bersama tim nasional Jerman U-21 di Piala Eropa U-21 musim panas lalu juga menjadi bekal penting bagi Atubolu menghadapi final besar.

Meski gagal juara setelah kalah dari Inggris di partai final, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi tambahan baginya untuk kembali tampil di laga puncak.

“Saya mengubah kekecewaan itu menjadi motivasi untuk mencapai final lagi secepat mungkin,” tuturnya.

Baca Juga: Pantai Gumuk Kantong Banyuwangi Diserbu Wisatawan Saat Long Weekend, Ribuan Pengunjung Berburu Kerang

Siap Hadapi Adu Penalti

Sebagai penjaga gawang, Atubolu juga mengaku sangat serius mempersiapkan kemungkinan adu penalti. Ia rutin mempelajari kecenderungan penendang lawan dan menonton banyak pertandingan untuk meningkatkan kemampuannya membaca situasi.

Meski berharap pertandingan selesai dalam 90 menit, Atubolu menegaskan dirinya siap jika laga harus ditentukan lewat drama tos-tosan. (*)

“Jika harus adu penalti, saya siap memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kini, Freiburg hanya tinggal selangkah lagi menuju sejarah terbesar klub. Dan di bawah mistar gawang, Noah Atubolu siap menjadi simbol mimpi kota kecil Jerman yang ingin mengguncang Eropa. (*)

Editor : Niklaas Andries
#kiper #aston villa #liga europa #freiburg