RADARBANYUWANGI.ID - Kompetisi UEFA Europa League selalu menghadirkan cerita emosional, gol spektakuler, hingga drama yang sulit dilupakan. Sejak format final satu pertandingan mulai diterapkan pada 1998, turnamen kasta kedua Eropa itu melahirkan banyak laga klasik yang membekas dalam sejarah sepak bola dunia.
Dari total 28 final satu leg yang telah dimainkan, sebanyak 10 pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu dan enam lainnya ditentukan lewat adu penalti. Total tercipta 88 gol dengan rata-rata 3,1 gol per pertandingan.
Berikut lima final UEFA Cup dan Europa League paling dramatis sepanjang masa.
1. Inter Milan Hancurkan Lazio, Ronaldo Jadi Bintang
Baca Juga: USP SD Banyuwangi 2026 Dimulai, Ribuan Siswa Kelas VI Jalani Ujian Penentu Kelulusan
Final UEFA Cup 1998: Lazio 0-3 Inter Milan
S.S. Lazio vs Inter Milan
Stadion: Parc des Princes
Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas, Bantu ASI Lancar dan Kurangi Kecemasan
Inter Milan tampil superior saat membungkam Lazio tiga gol tanpa balas dalam final UEFA Cup 1998 di Paris. Duet Javier Zanetti dan Iván Zamorano membuka keunggulan cepat pada menit kelima sebelum kembali bekerja sama untuk gol kedua.
Namun sorotan utama jatuh kepada Ronaldo Nazário. Striker Brasil yang saat itu baru berusia 21 tahun memperlihatkan kualitas kelas dunia dengan melewati kiper Lazio sebelum mencetak gol ketiga.
“Lazio memiliki tim luar biasa. Kadang saya masih menonton ulang pertandingan itu. Sungguh laga yang hebat,” kenang Ronaldo.
Kemenangan tersebut menjadi gelar UEFA Cup ketiga Inter dalam satu dekade.
2. Liverpool Menang dalam Final Sembilan Gol
Final UEFA Cup 2001: Liverpool 5-4 Alaves
Liverpool F.C. vs Deportivo Alaves
Stadion: Westfalenstadion
Final UEFA Cup 2001 dikenang sebagai salah satu pertandingan paling gila dalam sejarah sepak bola Eropa. Liverpool sempat unggul nyaman lewat gol Markus Babbel, Steven Gerrard, dan penalti Gary McAllister.
Namun klub kejutan asal Spanyol, Alaves, bangkit luar biasa dan memaksa skor menjadi 4-4 pada menit ke-88. Ketika pertandingan tampak akan berakhir lewat adu penalti, petaka datang bagi Alaves. Bek Delfí Geli justru mencetak gol bunuh diri pada babak tambahan waktu.
Gol emas itu memastikan kemenangan dramatis Liverpool 5-4 sekaligus menghadirkan final dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah UEFA Cup.
3. Porto dan Mourinho Taklukkan Celtic
Final UEFA Cup 2003: Celtic 2-3 Porto
Celtic F.C. vs FC Porto
Stadion: Estadio Olimpico de Sevilla
Final di Sevilla menjadi panggung lahirnya dominasi José Mourinho di Eropa.
Porto menang 3-2 atas Celtic melalui pertandingan penuh drama yang berlangsung hingga perpanjangan waktu.
Striker Porto, Derlei, menjadi penentu kemenangan lewat gol silver goal yang kini sudah tidak lagi digunakan dalam regulasi UEFA.
Baca Juga: DC Smadatara Banyuwangi Juara Umum Kapolres Madiun Cup XI 2026, Borong 8 Gelar Bergengsi
Meski demikian, pemain terbaik laga dianggap jatuh kepada Deco yang tampil luar biasa di lini tengah. Mourinho menyebut pertandingan itu sebagai “contoh sempurna bagi pecinta sepak bola.”
4. Sevilla Bertahan sebagai Raja UEFA Cup
Final UEFA Cup 2007: Espanyol 2-2 Sevilla (Sevilla menang penalti 3-1)
RCD Espanyol vs Sevilla FC
Stadion: Hampden Park
Baca Juga: Kaca Fortuner Dipecah di Banyuwangi, Uang Rp 300 Juta Raib Usai Korban Ambil dari Bank
Sevilla menorehkan sejarah sebagai klub kedua yang sukses mempertahankan gelar UEFA Cup setelah sebelumnya dilakukan Real Madrid CF pada 1985 dan 1986.
Pertandingan berlangsung ketat hingga adu penalti setelah skor 2-2 bertahan sampai babak tambahan waktu.
Kiper Sevilla, Andres Palop, menjadi pahlawan utama. Ia menciptakan assist untuk gol pertama dan melakukan tiga penyelamatan penting saat adu penalti.
“Penjaga gawang mereka membuat perbedaan besar,” ujar pelatih Espanyol saat itu, Ernesto Valverde.
5. Sevilla Bangkit dan Hancurkan Liverpool
Final Europa League 2016: Liverpool 1-3 Sevilla
Liverpool F.C. vs Sevilla FC
Stadion: St. Jakob-Park
Liverpool sempat memimpin lewat gol indah Daniel Sturridge pada babak pertama.
Namun Sevilla menunjukkan mental juara. Gol cepat Kevin Gameiro setelah jeda membangkitkan semangat tim asal Spanyol tersebut sebelum sang kapten, Coke, mencetak dua gol penentu kemenangan.
Keberhasilan itu membuat Sevilla meraih tiga gelar Europa League secara beruntun di bawah asuhan Unai Emery.
“Kami mencintai kompetisi ini. Ini adalah turnamen kami,” kata Emery usai pertandingan.
Sementara pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku kecewa tetapi menjadikan kekalahan itu sebagai motivasi untuk membangun era baru di Anfield. (*)
Editor : Niklaas Andries