RADARBANYUWANGI.ID - Di sela-sela dua leg semifinal Coppa Italia, duel panas tersaji di Stadio Sinigaglia, Minggu malam. Inter Milan, tim favorit juara, akan bertandang ke markas Como, tim yang tengah bermimpi menembus Liga Champions.
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi Lombardia dan panggung bagi para pemain muda yang haus pengakuan.
Inter Milan baru saja mengirim pesan keras ke seluruh Italia. Akhir pekan lalu, mereka membantai Roma 5-2 di San Siro. Lautaro Martinez, sang kapten yang baru pulih dari cedera, langsung mencetak gol dalam hitungan detik.
Ia kemudian menambah satu gol lagi. Hakan Calhanoglu mencetak gol spektakuler dari jarak 30 meter, dan Marcus Thuram menyempurnakan pesta dengan satu gol dan dua assist.
Baca Juga: Polemik Kades Sukojati Banyuwangi Bergulir, DPMD Tunggu Laporan Resmi dari BPD
Kemenangan itu sekaligus memutus masa paceklik kemenangan Inter yang langka. Kini, mereka unggul tujuh poin dari pesaing terdekat, Napoli, dengan tujuh pekan tersisa.
Secara statistik, hanya sekali dalam abad ke-21 tim dengan 70+ poin di fase ini gagal menjadi juara. Inter hampir pasti mengangkat Scudetto kecuali terjadi bencana besar.
Cristian Chivu, pelatih Inter di musim perdananya, bahkan bisa meraih double domestik. Leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Como akan digelar akhir bulan ini.
Baca Juga: Ditabrak Motor Saat Menyeberang, Bocah 7 Tahun di Glenmore Banyuwangi Alami Cedera Berat
Namun, sebelum itu, Inter harus menghadapi Como di kandang mereka. Pertemuan pertama di bulan lalu berakhir imbang 0-0 tanpa gol. Saat itu, Como justru lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang lebih baik.
Meski demikian, Inter telah memenangkan tiga pertemuan liga sejak Como kembali ke Serie A dengan agregat 8-0. Musim ini, mereka menang 4-0 di San Siro.
Tapi Como bukan tim sembarangan lagi. Didukung investasi besar-besaran, tim asuhan Cesc Fabregas ini kini duduk di peringkat keempat, bersaing ketat dengan Juventus, Roma, dan Atalanta untuk satu tiket Liga Champions.
Laga terakhir, mereka ditahan imbang 0-0 oleh Udinese, mengakhiri lima kemenangan beruntun. Namun, rekor kandang mereka impresif dengan tiga kemenangan beruntun dengan 10 gol. Ini adalah tahun 2026 yang spektakuler bagi tim yang berani bermain terbuka melawan siapa pun.
Sayangnya, pendekatan berani itu kerap bumerang saat menghadapi Inter yang berpengalaman. Fabregas belum pernah menang sebagai pelatih melawan Inter. Ironisnya, Inter sempat ingin merekrut Fabregas sebelum akhirnya memilih Chivu musim panas lalu.
Baca Juga: 9 Tips Menjaga Hubungan Asmara agar Tetap Awet Seumur Hidup, Pasangan Wajib Tahu
Kabar Tim: Martinez Kunci Kemenangan, Como tanpa Addai
Inter Milan hanya kehilangan Yann Bisseck. Carlos Augusto kembali setelah skorsing. Thuram, Calhanoglu, dan Martinez diperkirakan akan kembali menjadi starter.
Lautaro Martinez memuncaki daftar top skor dengan 16 gol, sembilan di antaranya adalah gol pembuka. Tingkat kemenangan Inter naik 41% saat ia bermain. Sebuah statistik yang menakutkan bagi Como.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh, Serangan Israel ke Lebanon Picu Ketegangan Baru
Calhanoglu juga dalam performa terbaiknya. Inter dan Como sama-sama mencetak 10 gol dari luar kotak penalti, terbanyak di Serie A. Nico Paz telah mencetak lima gol jarak menengah-jauh untuk Como.
Como berharap Jesus Rodriguez dan Jacobo Ramon pulih dari cedera ringan. Jayden Addai dipastikan absen. Tasos Douvikas menjadi andalan utama di lini depan. Lima gol terakhirnya di liga semuanya tercipta di kandang.
Prediksi Susunan Pemain:
Como: Butez; Smolcic, Carlos, Kempf, Valle; Perrone, Da Cunha; Vojvoda, Paz, Baturina; Douvikas
Inter Milan: Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Thuram, Martinez
Prediksi Skor: Como 2-2 Inter Milan
Setelah pertemuan liga yang satu sisi dan hasil imbang membosankan di piala, laga ini diprediksi akan lebih terbuka. Como terus memperkecil jarak dengan rival regional mereka. Tim asuhan Fabregas ini cukup kuat untuk setidaknya menghindari kekalahan di kandang. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi