RADARBANYUWANGI.ID - Legenda manajer Jurgen Klopp menggambarkan perjalanan Mohamed Salah bersama Liverpool FC sebagai “film indah dengan akhir bahagia”.
Klopp, yang membawa Salah dari AS Roma pada 2017, mengaku bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa sang pemain di Anfield.
Meski kini tak lagi melatih Liverpool, hubungan keduanya tetap hangat. Klopp mengungkapkan bahwa ia sempat bertukar pesan dengan Salah setelah sang pemain mengumumkan akan meninggalkan klub di akhir musim.
Statistik Gila yang Sulit Dicari Pengganti
Dengan torehan 255 gol, Salah kini berada di posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liverpool. Menurut Klopp, angka tersebut membuatnya hampir mustahil tergantikan.
“Pemain seperti dia tidak bisa digantikan. Bahkan saya tidak yakin ada pemain lain seperti itu di luar sana,” ujar Klopp.
Ia menegaskan bahwa produktivitas Salah sebagai winger berada di level yang tidak masuk akal, bahkan melampaui standar striker pada umumnya.
Jangan Cari Pengganti, Temukan Cara Baru
Klopp menilai Liverpool seharusnya tidak terjebak dalam upaya mencari pengganti langsung Salah. Ia mencontohkan bagaimana klub mampu beradaptasi saat kehilangan pemain besar seperti Sadio Mane, Roberto Firmino, Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, James Milner.
Menurutnya, kunci keberhasilan bukan menggantikan sosok, melainkan membangun ulang sistem permainan.
“Jangan mengejar bayangan. Temukan cara baru untuk bermain,” tegasnya.
Hubungan Klopp & Salah: Penuh Drama, Tetap Saling Hormat
Klopp juga mengakui bahwa hubungannya dengan Salah tidak selalu mulus. Beberapa perbedaan pendapat sempat terjadi, termasuk insiden kecil di pinggir lapangan.
Namun, ia menegaskan bahwa rasa hormat di antara keduanya tidak pernah hilang.
“Salah adalah pemain hebat, rekan tim yang luar biasa. Memang tidak menyenangkan saat dia tidak mencetak gol, tapi itu bagian dari karakternya sebagai pemain besar,” ungkap Klopp.
Refleksi Era Emas Liverpool
Baca Juga: Auto Bugar! 11 Tips Setelah Lebaran yang Wajib Kamu Lakukan, Nomor 7 Sering Disepelekan
Kini menjabat sebagai kepala sepak bola global di Red Bull, Klopp mulai melihat kembali masa-masa emasnya di Liverpool dengan perspektif berbeda.
Ia menyebut era tersebut sebagai periode luar biasa yang mungkin sempat dianggap biasa oleh banyak orang saat itu terjadi.
“Ketika waktu berlalu, Anda seperti menonton ulang sebuah film. Dan kisah Salah adalah film yang indah, dengan akhir yang bahagia,” tutup Klopp.
Kepergian Mohamed Salah bukan hanya kehilangan pemain, tetapi juga kehilangan ikon yang membentuk identitas Liverpool dalam satu dekade terakhir.
Pesan Klopp jelas: tidak perlu mencari “Salah baru”, karena yang terpenting adalah menciptakan babak baru yang sama hebatnya. (*)
Editor : Niklaas Andries