RADARBANYUWANGI.ID - Penantian panjang keluarga Rizal Sampurna, TKI asal Banyuwangi yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja akhirnya usai.
Senin (12/5) dini hari jenazah Rizal tiba di rumahnya di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi, dalam peti mati yang dikirim dari Kamboja.
Ibu Rizal, Sulastri yang beberapa kali menyampaikan harapanya agar putranya bisa kembali dalam keadaan hidup harus menerima keadaan pahit.
Tangis pilu berderai saat jenazah Rizal masuk ke dalam rumahnya yang disambut dengan lantunan tahlil dari keluarga. Jenazah tiba sekitar pukul 03.00.
Setelah keluarga melihat kondisi jenazah Rizal, mereka pun setuju untuk menerima kondisinya. Keluarga kemudian memakamkan jenazah Rizal di TPU Sukowidi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Kepada tim Miss Yuni, LBH Renakta, KBRI Kamboja, pemkab dan semua yang membantu pemulangan kakak kami," kata Adik Sepupu Rizal, Saputri.
Kedatangan Rizal menurutnya sudah sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga sejak mereka mendengar kabar kematianya bulan Maret lalu.
Meski ibunya masih berharap Rizal bisa kembali dalam keadaan hidup, namun pihak keluarga akhirnya menerima hal tersebut setelah melihat kondisi jenazah secara langsung.
"Dari kondisi jenazah yang diterima, kami melihat bahwa jasad almarhum masih utuh, tidak ditemukan luka di tubuhnya, dan tubuhnya masih berisi. Kami meyakini bahwa almarhum memang memiliki riwayat sesak napas,"ungkap Saputri.
Bagi keluarga, menurut Saputri, jenazah Rizal sudah pulang dan dapat dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya.
"Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah mendoakan dan memberikan dukungan moril selama proses ini. Kami juga mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses ini berlangsung,"imbuhnya.
Baca Juga: Biaya Pemulangan PMI Banyuwangi yang Meninggal di Kamboja Butuh Rp 128 Juta
Sementara itu, Staf Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Arif Fadilah mengatakan, dari keterangan yang tertulis dalam surat kematian diketahui penyebab kematian Rizal Sampurna adalah akibat serangan jantung.
“Penyebab kematian sesuai surat kematian itu penyakit jantung. Kami mendapat amanah untuk mengantarkan santunan dari perusahaan yang diupayakan dari KBRI. Jadi kami tidak tahu nama perusahaannya mungkin bisa langsung ke KBRI Kamboja,” tandasnya.
Rizal Sampurna,30, seorang pekerja migran asal Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi dikabarkan meninggal di Kamboja pada Minggu (6/4).
Kematian Rizal sempat menjadi misteri bagi pihak keluarga. Selain tidak ada keterangan resmi dan bukti dokumen kematian, Rizal diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dipekerjakan sebagai admin judi online. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin