Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Nyepi, Ratusan Umat Hindu di Banyuwangi Laksanakan Upacara Melasti di Pantai Marina Boom

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 26 Maret 2025 | 18:48 WIB
Umat Hindu dari berbagai wilayah di Banyuwangi menggelar melasti di Pantai Marina Boom, Rabu (26/3) pagi.
Umat Hindu dari berbagai wilayah di Banyuwangi menggelar melasti di Pantai Marina Boom, Rabu (26/3) pagi.

RADAR BANYUWANGI - Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah di Banyuwangi Kota Rabu (26/3) pagi berjalan beriringan menuju Pantai Marina Boom.

Dengan menggunakan pakaian putih-putih, ratusan umat itu melaksanakan upacara melasti sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947.

Sepanjang jalan, Umat Hindu Banyuwangi terdengar membunyikan baleganjur. Mereka berjalan dari Pura Jagat Girinatha di Kelurahan Penganjuran menuju Pantai Marina Boom. Tiba di lokasi, mereka melakukan ritual melasti untuk mengambil air suci.

"Yang hadir hari ini sekitar separuh saja, karena banyak yang sudah mudik ke Bali sebelum nyepi," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Banyuwangi, I Gusti Ngurah Gunawan.

Suasana khidmat terasa ketika para peserta, yang mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian, berkumpul di tepi Pantai Boom.

Ritual itu bertujuan untuk mengambil air suci yang digunakan sebagai media membersihkan diri lahir dan batin serta memohon restu dari Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan keselamatan dan kemakmuran.

"Air ini akan kita ambil lalu dibawa ke pura sebagai bagian dari ritual Tawur Agung Kesanga sebelum Nyepi," kata  Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Banyuwangi, I Gusti Ngurah Gunawan.

Air suci yang sudah diambil tersebut selanjutnya digunakan untuk membersihkan umat melalui upacara penyucian sebelum digelarnya ritual Catur Brata Penyepian saat hari raya Nyepi.

Dimana umat diharuskan menahan diri dari empat pantangan utama, seperti tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menyalakan api (termasuk listrik), dan tidak melakukan hiburan.

"Semua aktivitas ini bertujuan untuk introspeksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan."imbuhnya

Tahun ini, perayaan Nyepi mengusung tema Manasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045. yang memiliki makna mendalam, yakni melayani sesama sama dengan melayani Tuhan.

Tema ini menurut Gunawan mengajak seluruh umat untuk saling berbagi dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, sejalan dengan semangat kebangsaan menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Semoga pelaksanan Nyepi tahun ini bisa memberikan kedamaian dan ketenangan untuk seluruh umat,"pungkasnya. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#umat hindu #sambut nyepi #melasti #Pantai Marina Boom Banyuwangi