RADAR BANYUWANGI – Keberadaan anak punk di Banyuwangi sudah sampai tahap meresahkan. Di Rogojampi, sekelompk anak muda yang mengikuti gaya hidup punk (menolak norma sosial dan kemapanan, Red) ditengarai melakukan pemukulan terhadap seorang pelajar.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun langsung bertindak. Aparat penegak peraturan daerah (perda) tersebut menjaring sekelompok anak punk yang ada di Simpang Tiga Tugu Adipura Rogojampi alias Simpang Tiga Lincing, Kamis (20/2).
Setidaknya, ada sembilan anak punk yang berhasil diamankan petugas. Mereka terdiri dari enam orang laki-laki dan tiga orang perempuan.
Setelah diamankan, mereka langsung dibawa ke Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Banyuwangi.
Anak-anak punk itu lantas didata dan mendapat pembinaan. Dinsos-PPKB juga memberikan pakaian yang layak kepada mereka.
”Mereka meresahkan warga setelah sempat melakukan pemukulan terhadap pelajar di Kecamatan Rogojampi,” ujar Kepala Dinsos-PPKB Banyuwangi Henik Setyorini melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Khoirul Hidayat.
Dalam insiden tersebut, lanjut Khoirul, setelah menjalani proses penyelidikan di Mapolsek Rogojampi mereka langsung dibawa ke Dinsos PPKB Banyuwangi guna diberi pembinaan serta didata.
”Kami berikan pembinaan dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dan pakaian ganti,” kata pria yang karib disapa Irul tersebut.
Irul menuturkan, beberapa di antara anak punk yang diamankan kemarin berasal dari luar kota. Sebagian yang lain berasal dari beberapa kecamatan di wilayah Banyuwangi.
”Ada dari Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Sidoarjo. Untuk yang dari Banyuwangi berasal dari Kecamatan Wongsorejo, Singojuruh, Srono, Songgon, dan Kecamatan Banyuwangi. Bagi anak punk yang berasal dari luar kota, dipulangkan setelah dilakukan pembinaan,” sebutnya.
Irul menambahkan, untuk anak punk yang berasal dari Banyuwangi diantarkan kembali ke keluarganya melalui pihak kecamatan.
”Sudah kami koordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan akan diteruskan kepada kepala desa agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Kami juga minta pihak keluarga untuk memantau anak-anaknya,” pungkasnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin