TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Berkembangnya produk kasur jenis springbed, membuat penjualan kasur kapuk anjlok dan nyaris tidak laku. Penjual kasur kapuk di Dusun Damtelu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, tetap bertahan meski sepi pembeli.
Lokasi penjual kasur kapuk milik Abdul Qodir, 58, yang tidak jauh dari salah satu kantor cabang bank BUMN, itu masih terus beroperasi. “Saya ini meneruskan usaha mendiang ayah,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng, Kamis (9/11).
Setiap hari, toko kasur berbahan kapuk dari pohon randu itu masih melayani beberapa pembeli. Meski saat ini jumlah pembeli sudah tidak sebanyak seperti dulu. “Pembeli tinggal dari wilayah Banyuwangi saja,” katanya.
Saat masih ramai, terang dia, toko kasur itu bisa mendapat puluhan pelanggan per hari dengan omzet mencapai jutaan rupiah. “Dulu sehari bisa sepuluh orang yang beli kasur, bantal, dan guling kapuk, pendapatan bisa sampai Rp 2 juta,” ujarnya.
Banyaknya penjualan kasur jenis springbed, bantal, dan guling dari spons di pasaran, penjualan Qodir terus mengalami penurunan. “Di desa ini, tinggal saya yang masih berjualan kasur dari kapuk,” ungkapnya.
Qodir mengaku penurunan pendapatan saat ini snagat besar. Dalam sehari, paling hanya satu hingga dua orang yang dating untuk membeli kasur atau bantal. “Malah sering sehari penuh tidak ada yang dating,” cetusnya.
Untuk mengurangi kerugian, Qodir kini tidak memproduksi terlalu banyak kasur, bantal, maupun guling dari kapuk di tokonya. “Untuk pajangan saja beberapa, produksi lagi kalau ada pesanan,” jelasnya.
Selain masalah turunnya peminat kasur kapuk, Qodir mengungkapkan penyedia bahan baku juga tidak selancar dulu. “Bahan baku ada, tapi harus pesan dulu, tidak bisa mendadak. Ambilnya dari daerah Kecamatan Wongsorejo,” terangnya.
Salah satu pembeli kasur, Mujiati, 59, warga Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar mengaku masih setia membeli kasur kapuk karena berbagai alasan. “Lebih nyaman, rasanya lebih dingin meski tidak seempuk kasur springbed,” dalihnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi