Jawa Pos Radar Banyuwangi – Aparat kepolisian mengambil langkah tegas terkait kemacetan arus lalu lintas (lalin) di jalur Banyuwangi utara, tepatnya di Wongsorejo.
Jumat malam (13/10), dua orang pemuda yang sedang mengawal kendaraan ngeblong (menerobos antrean kemacetan) ditangkap polisi.
Dua pemuda tersebut adalah Andi Bambang, 27, warga Desa Sidodadi dan Tegar Dwi Adi, 22 , warga Wongsorejo.
Keduanya diamankan karena dianggap sebagai biang kemacetan panjang di jalur Wongsorejo.
Andi dan Tegar kedapatan polisi mengawal kendaraan agar keluar dari kemacetan panjang akibat pembangunan jembatan.
Apa yang dilakukan Andi dan Tegar bukanya mengurai kemacetan. Ulahnya justru memicu antrean kendaraan semakin parah.
Selain mengawal, keduanya juga meminta sejumlah uang kepada pemilik kendaraan sebagai jasa mengeluarkan dari kemacetan.
Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan mengatakan, keduanya diamankan pukul 22.00 saat mengawal kendaraan yang terjebak macet akibat pembangunan jembatan Alasbuluh I dan II.
Modusnya, dua pemuda tersebut menyuruh kendaraan yang terjebak macet untuk mengambil jalur kanan atau jalur dari arah berlawanan dengan dikawal kedua orang tersebut.
Begitu menerima uang dari pengendara tadi, dua pemuda tersebut langsung bertindak. Kendaraan dikeluarkan dari kemacetan, lalu dikawal kea rah yang dituju meski melawan arus.
Tentu saja, kendaraan yang dikawal tersebut berpapasan dengan kendaraan lain di depannya. Aksi dua pemuda tersebut dianggap sebagai biang kemacetan panjang di jalur Wongsorejo.
Setelah dibawa ke Polsek Wongsorejo, Andi dan Tegar langsung dimintai keterangan oleh penyidik.
Kapolsek Eko mengatakan, pihaknya masih mengedepankan pembinaan kepada kedua pemuda tersebut.
Keduanya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dengan disaksikan kepala dusun setempat.
"Jika mengulangi lagi, terpaksa kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Eko.
Untuk mengurai kemacetan, patroli hunting system tetap dilaksanakan anggota Unit Reskrim Polsek Wongsorejo dengan berpakaian preman.
Patroli dilaksanakan di titik-titik tertentu di sekitar kawasan yang rawan macet.
”Patroli terus kita giatkan dalam rangka antisipasi munculnya preman yang sengaja membuat resah pengendara yang melintas di jalan raya,” tegasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin