RadarBanyuwangi.id – Ritual tolak bala Rebo Wekasan kembali digelar masyarakat Banyuwangi. Beragam kegiatan mereka lakukan.
Mulai selamatan desa, kirim doa, hingga larung sesajen layaknya petik laut.
Sejumlah nelayan di Pantai Cemara, Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, memperingati Rabu terakhir di bulan Safar dengan sedekah berbagai macam makanan hingga melarung kepala sapi. Mereka mendatangi pinggiran pantai untuk menggelar selamatan.
Para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Cemara berdoa agar selama setahun dijauhkan dari bala (hal buruk) dan mendapatkan rezeki yang lancar.
Selain ritual dan selamatan, warga juga menggelar santunan anak yatim dan beberapa acara lainnya.
Makanan yang disedekahkan yakni nasi tumpeng, ingkung ayam bakar, buah-buahan, dan seekor ayam hidup.
Ada pula beras putih, beras merah, beras kuning, dan kepala sapi yang turut dilarung ke lepas Pantai Cemara menggunakan perahu nelayan dengan diiringi musik tradisional hadrah kuntulan.
Sebelum larung sesajen dilakukan, kepala sapi dihiasi dengan bunga setaman, menyan, dan payung di atas pelepah pisang agar mengambang di air.
Larung sesajen bertujuan agar ikan hasil tangkapan para nelayan di Pantai Cemara melimpah.
”Sebelum melepas sesajen, kita baca doa terlebih dulu untuk memohon kepada Allah agar diberikan rezeki yang berlimpah. Sedang kepala sapi itu tujuannya untuk memberi makan ikan agar hasil laut nelayan tetap banyak,” ungkap Ketua Kelompok Masyarakat Wisata (Pokmaswas) Muhamad Muhyi.
Acara Rebo Wekasan yang dilaksanakan warga pinggir Pantai Cemara sebagai bentuk rasa syukur Kepada Sang Pencipta.
Selain itu, juga untuk menjaga hubungan tali silaturahmi antarwarga nelayan agar tetap rukun dan damai. (ddy/als)
Editor : Ali Sodiqin