Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ciptakan Sungai Bersih, 53 Penghalang Sampah Dipasang di Sungai Srono, Genteng, dan Pesanggaran

Sigit Hariyadi • Minggu, 27 Agustus 2023 | 19:00 WIB
PELESTARIAN: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Founder Sungai Watch Gary Bencheghib menebar benih ikan di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
PELESTARIAN: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Founder Sungai Watch Gary Bencheghib menebar benih ikan di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Kolaborasi Pemkab Banyuwangi terus menggandeng berbagai pihak untuk menangani permasalahan persampahan di kabupaten the Sunrise of Java.

Salah satunya dengan menggandeng Non-Governmental Organization (NGO) ”Sungai Watch”.

Lembaga swadaya masyarakat yang satu ini telah melakukan pembersihan sampah di sejumlah aliran sungai di Bumi Blambangan.

Antara lain sungai di Kecamatan Banyuwangi, sungai di Kecamatan Srono, beberapa ruas sungai Kecamatan Genteng, dan aliran sungai di wilayah Kecamatan Pesanggaran. 

Selain melakukan pembersihan di sungai, mereka juga melakukan pemasangan jaring di sungai untuk menghalau masuknya sampah ke laut.

Saat ini telah dilakukan pemasangan 23 jaring penghalang di sejumlah sungai di Bumi Blambangan.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, langkah Sungai Watch merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat.

”Perkara sampah tidak hanya bicara mendirikan tempat pengolahan sampah, namun yang paling utama adalah bagaimana kita bijak memproduksi sampah. Apalagi dibuang ke selokan yang larinya ke sungai, patut kita cegah mulai sekarang,” ujarnya. 

Sebelumnya, Bupati Ipuk telah bertemu Founder Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib untuk menandatangani perjanjian kerja sama penanganan sampah di Desa Kluncing pada medio Agustus 2023 lalu.

Saat itu, Bupati Ipuk menunjukkan kepada Gary kolam ikan yang sangat jernih, meski berada di tengah kawasan penduduk.

 Kolam ikan tersebut terbentang sepanjang satu kilometer lebih, yang mengalir di depan rumah warga. 

Gary menjelaskan, saat ini telah dilakukan pemasangan 23 jaring penghalang di sejumlah sungai di Banyuwangi. Tidak berhenti sampai di situ, pihaknya juga akan memasang jaring penghalang di sejumlah sungai lain dalam waktu dekat.

”Dalam satu bulan ini (Agustus), berarti akan ada total 53 jaring penghalang yang sudah terpasang. Untuk Banyuwangi, di tahun 2023 ini kami targetkan ada 100 jaring yang bisa dipasang,” terang Gary.

Sementara itu, Manajer Sungai Watch Banyuwangi Suhardiyanto menambahkan, dari 23 titik sungai yang telah dipasang jaring, sampah yang dikumpulkan setiap hari mencapai 1 ton. Dengan rata-rata sampah di setiap titik sebanyak 600 kilogram (kg).

”Di satu titik saja ratusan kilogram sampahnya. Bahkan, untuk di titik yang dekat area padat penduduk seperti di area Pantai Boom, dalam sehari bisa mencapai 2 kuintal sampah,” jelas Suhardiyanto.

Selanjutnya, sampah-sampah tersebut diangkut oleh tim Sungai Watch ke gudang pengolahan di Kecamatan Bangorejo setiap hari. Di gudang tersebut, sampah akan dipilah dan dicuci agar bisa diolah lebih lanjut.

”Saat ini untuk pengolahan di Banyuwangi masih terbatas karena faktor peralatan. Sebagian sampah ada yang dikirim ke Bali untuk diproses secara maksimal dengan peralatan di sana,” ujar Suhardiyanto.

Gary menambahkan, ke depannya gudang di Banyuwangi juga akan dilengkapi peralatan yang lebih lengkap.

”Nanti kalau sudah tercapai target pemasangan titik-titik trash barrier yang terpasang, alat pemroses sampah akan kami lengkapi. Karena untuk mengoperasikan alat tersebut butuh bahan baku sampah yang cukup banyak untuk bisa berkelanjutan setiap hari,” pungkas Gary. (sgt/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#jaring #sungai babura #selokan #Sampah #kolam ikan #Jernih #ikan air darat