RadarBanyuwangi.id – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sampah Banyuwangi bersama Pemerintah Desa Balak akan memulai pelayanan sampah di Desa Balak di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) desa setempat pada Senin (7/8) mendatang.
Sebelum memulai layanan, UPT persampahan Banyuwangi melakukan pembekalan dan pelatihan kepada 19 calon pekerja di TPS3R Balak kemarin (3/8).
Ke-19 calon pekerja tersebut mulai dikenalkan dengan lingkungan di lokasi TPS3R tempat mereka bekerja.
”Seluruh calon pekerja kita kenalkan dalam observasi lingkungan, jenis alat, dan kegiatannya,” ungkap Amrul, Kepala UPT Persampahan Banyuwangi.
Setelah mengetahui secara jelas lokasi tempat mereka bekerja, para calon pekerja tersebut kemudian diajak observasi lapangan di TPS3R Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.
”Selama berada di sana mereka melihat langsung proses pekerjaan yang dilakukan di TPS3R Tembokrejo agar mereka lebih semangat dan termotivasi dalam bekerja,” kata Amrul.
Amrul menambahkan, layanan persampahan di Desa Balak mulai beroperasi pada Senin (7/8). Dari 1.500 kepala keluarga (KK) di Desa Balak, yang sudah berkomitmen untuk bergabung dalam layanan sampah ini sebanyak 380 KK.
Jumlah tersebut sudah menyatakan kesediaan dan komitmen yang diputuskan dalam rapat pleno tingkat desa.
Kepala Desa Balak Cahya Kurnia Samanhudi menambahkan, sejak awal Pemdes Balak sangat mendukung TPS3R Balak untuk menangani persoalan sampah di Banyuwangi.
Awalnya, masyarakat desa sempat menduga lokasi itu akan dijadikan tempat pembuangan sampah.
Namun, imbuh Cahya, setelah diadakan sosialisasi barulah warga antusias. ”Operasional TPS3R Balak ini yang kami tunggu. Sementara ini masyarakat masih sebatas angan-angan sistem kerjanya dalam sosialisasi saja, kalau sudah beroperasi lebih nyata,” kata dia.
Sebagian masyarakat sepakat untuk memanfaatkan TPS3R dan mereka berkomitmen membayar iuran sampah sesuai besaran yang disepakati dalam rapat pleno tingkat desa.
”Insya Allah warga kami kompak, kalau yang belum ikut kemungkinan menunggu jika sudah benar-benar beroperasi,” tandasnya.
Husniah, salah seorang warga Dusun Derwono, Desa Balak, mengaku sudah menerima ember yang digunakan sebagai tempat sampah dalam dua warna, yakni hijau dan kuning.
Tempat sampah tersebut digunakan untuk memilah sampah yang akan diambil petugas. ”Saya senang dan tidak keberatan dengan iuran, yang penting sampahnya diambil petugas,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan warga Dusun Derwono yang lain, yakni Laila. Dia mengaku sudah menantikan layanan persampahan segera beroperasi.
Selain menerima timba atau ember untuk memilah sampah, warga pelanggan juga diberikan stiker dan kertas lembar berisi imbauan dan petunjuk penggunaan ember pemilah sampah.
Pembangunan TPS3R dengan kapasitas 84 ton per hari di Desa Balak, Kecamatan Songgon, mulai dilaksanakan pada November 2022.
Fasilitas ini dibangun untuk meningkatkan kualitas penanganan sampah di wilayah Songgon dan empat kecamatan lain di sekitarnya, antara lain Rogojampi, Sempu, Genteng, dan Singojuruh.
Pembangunan TPS3R pada lahan seluas 1,5 hektare (ha) ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan ”Program Banyuwangi Hijau” sebagai upaya pengendalian sampah plastik dan mendorong perilaku memisah sampah dari rumah tangga.
TPS3R ini diperkirakan mampu memproses sampah yang dihasilkan dari 54 ribu rumah per hari.
Adapun bangunan TPS3R ini terdiri dari sejumlah bangunan utama yang meliputi area penimbangan, bongkar muat, pemilahan, pengemasan dan pergudangan, penanganan residu, gudang kompos, serta area composting.
Tempat ini juga akan dilengkapi dengan sarana pendukung seperti musala, kantor operasional, aula, loker, tempat pengolahan air limbah, dan lokasi parkir.
Selain menyediakan fasilitas bangunan, Pemkab Banyuwangi bersama Program Banyuwangi Hijau juga telah melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat, pendamping, maupun UPT persampahan yang akan menjalankan operasional harian layanan sampah.
Selain itu, sebagai bagian dari persiapan, pihak UPT Persampahan melalui Pemdes Balak membagikan tempat sampah kepada pelanggan baru di Desa Balak mulai kemarin (3/8) dan hari ini (4/8).
Setiap pelanggan diberi stiker untuk di tempel di depan rumah serta dua timba untuk memisah sampah organik dan non-organik sebelum diangkut oleh petugas pengangkut sampah sesuai jadwal layanan.
Sebelumnya, baik pelanggan maupun calon pelanggan sudah diperkenalkan dengan jenis-jenis sampah dan cara memisah sampah dari rumah. (ddy/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin