ROGOJAMPI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Seorang bocah berusia 12 tahun tenggelam di kubangan bekas galian C di depan kawasan wisata Alam Indah Lestari (AIL) Dusun Karanganyar, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Sabtu (23/10).
Korban adalah Siti Maura, bocah kelas 6 sekolah dasar (SD) warga Dusun Labansukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.
Bocah tersebut tenggelam pukul 14.15. Korban bersama dua bocah lainnya, yakni Kais Frmansyah, 4, dan Irma, 7, berangkat dari rumah menuju danau di depan AIL. Ketiga bocah tersebut dibonceng Zainul Arifin, 52, yang tak lain orang tua korban. Zainul mengendarai motor Honda Beat bernopol P 4714 VB.
Sesampainya di lokasi kubangan bekas galian yang mirip danau itu, ketiga bocah tersebut asyik bermain di tepi danau sembari menangkap ikan menggunakan serok atau jaring ikan yang ada gagang pegangan dari kayu. “Saya sudah sering cari ikan, kadang memancing, kadang juga nyerok,” ungkap Zainul.
Selang beberapa menit, dia kemudian mencoba membeli pentol cilok di tepi jalan raya, tak jauh dari lokasi kubangan tersebut dengan mengendarai motor. “Saya cari pentol cilok, karena kasihan anak-anak biar ada yang dimakan sembari cari ikan,” katanya.
Sembari meninggalkan lokasi ketiga bocah itu, Zainul masih sempat menengok dari kejauhan. Selang 15 menit cari pentol cilok tak ada, dia kemudian memutuskan kembali ke danau bekas kubangan galian C yang berubah jadi arena spot memancing tersebut.
Begitu tiba, Zainul tak mendapati Maura yang bermain bersama Kais dan Irma. “Kais cucu saya ini memberitahukan jika Maura mandi dan tenggelam. Jadi saya langsung menceburkan diri,” kenang Zainul.
Sayang, upaya mencari anak bungsunya itu tak membuahkan hasil. Zainul kemudian berusaha berteriak dan meminta pertolongan kepada orang yang sedang memancing di sekitar lokasi. “Saat itu ada orang yang sedang memancing, tapi lokasinya agak jauh sekitar 300 meteran lalu datang dan ikut nyemplung mencari anak saya yang tenggelam di dasar kubangan,” kata Zainul sembari menunjukkan ketinggian air mencapai leher orang dewasa.
Lima menit kemudian, Saleh, 50, seorang pemancing yang ikut nyemplung akhirnya berhasil menemukan tubuh Maura dan langsung diangkat ke daratan. Nahas, putri bungsu dari enam bersaudara itu sudah tak bernapas lagi dan meninggal dunia.
Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono membenarkan kronologis peristiwa tersebut. Saat dia datang di lokasi bersama anggota dan tim medis Puskesmas Gitik, korban sudah dievakuasi di darat dalam kondisi meninggal dunia. “Hasil pemeriksaan tim medis tidak ada luka atau bekas kekerasan, murni karena tenggelam,” jelasnya.
Lantaran orang tua korban ikhlas atas peristiwa tersebut, akhirnya Polisi membuatkan surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka, untuk dimakamkan.
Menurut Kapolsek, kejadian tersebut merupakan kali pertama terjadi hingga menyebabkan korban meninggal dunia. “Sebetulnya di lokasi bekas galian C itu sudah dilarang tidak boleh memancing, menangkap ikan apalagi bermain air karena berbahaya. Tapi warga tetap saja datang untuk memancing dan menangkap ikan,” tegasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Minggu (24/10), di lokasi kejadian masih dibuka seperti biasa. Lokasi kubangan mirip danau bekas galian C tersebut cukup luas. Mobil dan motor bisa masuk dengan leluasa. Tidak ada tulisan papan larangan atau petugas yang berjaga di pintu masuk lokasi bekas galian yang persis berada di depan wisata AIL tersebut.
Sejumlah pengunjung yang mancing ikan masih diizinkan datang ke lokasi tersebut dengan leluasa. Tidak ada police line di lokasi kejadian. Lokasi tersebut juga seolah menjadi tempat wisata baru, khususnya bagi warga yang hobi memancing ikan.
Editor : Rahman Bayu Saksono