Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KMP Tunu Terseret Arus Selat Bali

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 22 Mei 2018 | 02:15 WIB
kmp-tunu-terseret-arus-selat-bali
kmp-tunu-terseret-arus-selat-bali

KALIPURO – Kondisi penyebera­ngan di perairan Selat Bali patut diwaspadai. Gara-gara arus laut yang cukup deras, KMP Tunu Pra­­­tama Jaya 3888 gagal docking, pukul 08.30 kemarin. Kapal ter­sebut malah terseret ke arah se­latan, tepatnya di belakang pabrik semen Bosowa.



Kapal bercat putih dan merah itu terpaksa harus diseret ke pinggir oleh kapal lain menuju Pantai Bulusan. Penyebab terseretnya ka­pal tersebut diduga mesinnya mati. Pukul 11.15 barulah beberapa orang teknisi tampak mendekati kapal dengan menggunakan perahu karet.



Pelaksana Harian KUPP Kelas III Tanjungwangi Widodo menga­takan.KMP Tunu Pratama Jaya memang sudah mengalami ken­dala sejak awal. Karena itu ketika hendak membawa muatan dari pelabuhan LCM Ketapang, pihak­nya melarang kapal tersebut.



Sehingga seluruh muatan lang­sung diturunkan saat itu juga. Se­lanjutnya KMP Tunu pun di­minta melakukan perbaikan dan docking di Pantai Banyuwangi Beach. Namun, di tengah lautan, kapal tersebut malah mengalami mati mesin.



“Mungkin karena mesinya hanya satu jadi ketika mati langsung ber­henti di tengah lautan. Tapi langsung ada kapal KMP Tunu Patama Jaya yang datang mem­bantu. Sengaja dibawa ke Pantai Bulusan karena di Banyuwangi Beach sedang penuh. Masih ada Labitra Adinda juga yang sedang diselidiki KNKT,” ujar Widodo.



Terkait penyebab kematian mesin KMP Tunu, Widodo me­ngaku belum memprediksi detail. Namun jika melihat kronologis kejadian, KMP Tunu sempat ter­seret arus hingga ke arah selatan ketika berusaha melakukan docking di Pantai Banyuwangi Beach. “Arusnya cukup kencang. Mungkin karena itu akhirnya mesinya tidak kuat dan mati. Tapi dari awal kapal memang sudah kosong, jadi langsung kita minta per­baikan,” ujarnya



Sementara itu, sebelumnya Kepala Unit Penyelenggara Pela­buhan (UPP) Kelas III Ketapang Eka Cakrawala mengatakan untuk sementara trans­portasi laut yang melalui Selat Bali, baik dari Pela­buhan ASDP Ketapang maupun Tanjungwangi masih tetap bisa beroperasi. Akan tetapi sta­tusnya adalah waspada, karena fluk­tuasi dari gelombang air laut sedang tidak menentu. Jadi sewaktu-waktu bisa saja muncul perintah peng­hen­tian operasi.



“Sementara masih aman. Tapi kita himbau tetap waspada, kita tidak bisa memprediksi kapan ada potensi ditutup, kita terus berkordinasi dengan BMKG,” imbuhnya.



Namun, untuk transportasi laut di wilayah Banyuwangi Selatan, pihaknya sudah melakukan pelara­ngan. Salah satunya kapal cepat yang beroperasi di Pantai Blim­bingsari. ”Angin kencang dan ombak tinggi yang diperairan itu cukup berbahaya untuk trans­por­tasi laut,’’ kata Eka.


Editor : Rahman Bayu Saksono
#kalipuro #selat bali