Belum Tuntas Padamkan Api, Damkar Genteng Kembali Dikejutkan Kebakaran Kedua

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 08:00 WIB
Petugas Damkarmat Sektor Genteng memadamkan api di lahan kosong Dusun Kopen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Sabtu sore (26/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Sektor Genteng memadamkan api di lahan kosong Dusun Kopen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Sabtu sore (26/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pembakaran sampah sembarangan di tengah musim kemarau kembali memicu kebakaran lahan di Banyuwangi. Dalam sehari, Sabtu (26/9), dua lahan kosong di Kecamatan Genteng dilalap api. Kobaran yang diperparah angin kencang itu bahkan nyaris merembet ke kompleks Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Desa Gentengkulon. Beruntung, kesigapan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) berhasil mengendalikan kedua insiden sebelum api meluas ke bangunan dan permukiman warga.

Dua kebakaran tersebut terjadi di lokasi berbeda, tetapi diduga memiliki penyebab serupa, yakni pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi lahan yang dipenuhi semak dan dedaunan kering, ditambah embusan angin cukup kencang, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muhlisin, mengatakan dua kejadian itu berlangsung dalam rentang waktu berdekatan. Beruntung, seluruh titik api berhasil ditangani sehingga tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

"Ada dua lokasi yang terbakar dalam waktu berdekatan, untung bisa dikondisikan seluruhnya," kata Irfan.

Api Nyaris Merembet ke Warung Makan di Pujasera Gentengkulon

Kebakaran pertama terjadi di Dusun Kopen, Desa Gentengkulon. Api melalap lahan kosong seluas sekitar setengah hektare yang dipenuhi semak belukar kering. Situasi mendadak mencekam ketika kobaran api membesar dan asap hitam pekat membumbung tinggi ke arah kompleks pujasera yang berada tepat di dekat lokasi.

Warga yang melihat kepulan asap segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkarmat. Namun, angin kencang yang bertiup pada sore hari membuat api dengan cepat menjalar melalui vegetasi kering.

Jarak kobaran api yang hanya beberapa meter dari dinding belakang bangunan membuat pedagang dan pengunjung panik. Mereka khawatir api merambat ke deretan warung makan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

Sebagian pedagang bahkan mulai bersiap menyelamatkan barang-barang berharga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Nyaris merembet ke bangunan warung-warung makan," ujar Irfan.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng yang tiba di lokasi langsung melakukan penyekatan untuk membatasi pergerakan api. Langkah tersebut dilakukan agar kobaran tidak menjalar ke kompleks pujasera dan area sekitarnya.

"Kami langsung melakukan penyekatan titik api agar tidak merembet," ungkapnya.

Upaya pemadaman akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api di Desa Gentengkulon. Namun, tugas petugas belum selesai.

Belum Selesai Padamkan Api, Petugas Kembali Terima Laporan Kebakaran

Saat penanganan kebakaran pertama baru saja rampung, panggilan darurat kembali masuk ke Markas Damkarmat Sektor Genteng. Kali ini, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Dusun Krajan, Desa Gentengwetan.

Petugas kembali memacu armada menuju lokasi kedua. Kebakaran tersebut melanda area pekarangan kosong yang dipenuhi tumpukan dedaunan kering. Material yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar, terlebih kondisi cuaca masih mendukung penjalaran kobaran.

Lokasi kebakaran yang berdampingan dengan tempat pemotongan kayu turut memicu kekhawatiran warga sekitar. Api yang tidak segera dikendalikan berpotensi menjalar ke area penyimpanan material kayu yang mudah terbakar.

Setelah mengisi ulang persediaan air, petugas langsung bergerak menuju titik kebakaran kedua. Proses pemadaman berlangsung relatif cepat. Kurang dari 30 menit, seluruh kobaran api berhasil dipadamkan.

"Setelah mengisi air kami langsung menuju lokasi kedua, tidak sampai 30 menit bisa padam seluruhnya," papar Irfan.

Pembakaran Sampah Diduga Jadi Penyebab Dua Kebakaran

Berdasarkan investigasi awal dan keterangan warga sekitar, kedua insiden kebakaran lahan di Kecamatan Genteng diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah sembarangan.

Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan diduga menyambar semak dan dedaunan kering di sekitarnya. Dalam kondisi musim kemarau, material tersebut mudah terbakar dan memungkinkan api menjalar lebih cepat, terutama ketika angin bertiup kencang.

Dua kejadian dalam sehari itu menjadi peringatan bahwa pembakaran sampah terbuka berisiko memicu kebakaran yang mengancam lingkungan sekitar. Apalagi, lahan kosong yang dipenuhi rumput kering, tumpukan daun, dan material mudah terbakar dapat menjadi jalur penjalaran api menuju bangunan.

Meski kedua kebakaran berhasil ditangani tanpa dampak yang lebih luas, potensi bahaya tetap perlu diwaspadai. Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Sebab, satu titik api kecil yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat berubah menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Damkarmat Genteng kebakaran lahan Kebakaran Genteng pembakaran sampah kebakaran Banyuwangi