Kulkas Diduga Picu Kebakaran di Rogojampi Banyuwangi, Koleksi Baju Karnaval Ikut Ludes

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 04:46 WIB
Petugas Damkarmat membantu memadamkan api yang membakar rumah Abdul Hamid, warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Senin (28/9). (Muamar Kadafi for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat membantu memadamkan api yang membakar rumah Abdul Hamid, warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Senin (28/9). (Muamar Kadafi for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Suara letupan dari sebuah rumah di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Senin (28/9), menjadi awal musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan dan sejumlah barang berharga milik Abdul Hamid, 33. Diduga dipicu korsleting listrik pada kabel stop kontak yang terhubung ke kulkas, api melalap area seluas 13 x 8 meter dan menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.45. Sejumlah tetangga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi mendengar suara letupan dari dalam rumah korban. Ketika dilakukan pengecekan, asap hitam sudah mengepul dari dalam bangunan.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Muamar Kadafi, mengatakan pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Abdul Hamid tengah menunggu anaknya di sekolah ketika api mulai membesar.

"Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang menunggu anaknya di sekolah," kata Kadafi.

Melihat kepulan asap, warga berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, api yang terus membesar disertai asap pekat membuat upaya tersebut sulit dilakukan. Salah seorang warga kemudian menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.02. Tanpa menunggu lama, regu pemadam langsung menyiapkan peralatan dan bergerak menuju lokasi.

Regu Brama 1 bersama petugas piket Jaga Sektor Srono dikerahkan dengan membawa armada Fire Doome 04 dan 05 serta alat pelindung diri (APD) lengkap. Dengan jarak tempuh sekitar 7,8 kilometer, petugas tiba di lokasi pukul 10.16 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Dua jalur selang berdiameter 1,5 inci digelar untuk mengendalikan api dari sisi barat dan timur bangunan. Strategi tersebut dilakukan guna memblokir titik api sekaligus mencegah kobaran merembet lebih luas ke lingkungan sekitar.

Upaya petugas membuahkan hasil. Api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.26 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Tim menggelar dua jalur selang 1,5 inci dan memblokir titik api di sisi barat serta timur agar tidak merambat lebih luas. Setelah api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.26 WIB, petugas melanjutkan proses penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api," terang Kadafi.

Korsleting Kabel Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran

Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada kabel serabut stop kontak yang terhubung ke kulkas. Percikan api dari gangguan kelistrikan tersebut kemudian menyambar kain di sekitarnya.

Api yang awalnya membakar benda-benda di dalam rumah dengan cepat merambat ke bagian atap hingga membesar dan melalap sejumlah barang berharga milik korban.

"Diduga terjadi korsleting pada kabel serabut stop kontak yang terhubung ke kulkas," beber Kadafi.

Meski api berhasil dikendalikan, dampak kebakaran cukup besar. Selain merusak bangunan utama, kobaran api juga berdampak pada dua rumah tetangga di sekitar lokasi.

Sejumlah barang berharga milik korban tidak berhasil diselamatkan. Di antaranya kulkas, etalase, lemari, meja, hingga koleksi baju karnaval yang hangus terbakar.

Total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 50 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden yang sempat mengundang perhatian warga tersebut.

Sembilan Petugas Gabungan Terlibat Penanganan

Penanganan kebakaran di Desa Aliyan berlangsung hingga menjelang siang. Proses pemadaman, penyisiran, dan pendinginan secara menyeluruh dinyatakan selesai sekitar pukul 11.55 WIB.

Sebanyak sembilan personel Damkarmat Banyuwangi terlibat dalam operasi tersebut. Penanganan juga mendapat dukungan dari unsur TNI, Polri, PLN, perangkat desa, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta warga setempat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut membantu mempercepat penanganan sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi kembali aman setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik rumah tangga. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan peralatan elektronik perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko korsleting yang dapat berujung pada kebakaran. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
kebakaran Rogojampi Rumah Terbakar Damkarmat Banyuwangi kebakaran Banyuwangi Korsleting Listrik