Dua Kebakaran Beruntun Teror Genteng Banyuwangi, Api Nyaris Menjilat Pujasera

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 03:30 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng memadamkan api di lahan kosong Dusun Kopen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng,Sabtu (26/9) sore. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng memadamkan api di lahan kosong Dusun Kopen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng,Sabtu (26/9) sore. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Angin kencang dan lahan yang mengering menjadi kombinasi berbahaya di tengah musim kemarau. Dalam sehari, dua kebakaran lahan terjadi berturut-turut di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sabtu (26/9) sore. Salah satunya bahkan nyaris merembet ke kompleks Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Dusun Kopen, Desa Gentengkulon.

Api yang membakar lahan kosong sekitar setengah hektare itu membesar dengan cepat. Tiupan angin membuat kobaran menjalar melalui semak dan alang-alang kering hingga mendekati bangunan warung-warung makan.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Asap hitam pekat yang membumbung tinggi menjadi tanda pertama kebakaran mulai mengancam kawasan tersebut.

"Ada dua lokasi yang terbakar berdekatan waktunya, untung bisa dikondisikan seluruhnya," kata Petugas Damkarmat Sektor Genteng Irfan Muhlisin.

Kondisi di sekitar Pujasera sempat membuat pedagang dan pengunjung panik. Jarak kobaran api dengan bagian belakang bangunan hanya beberapa meter. Sebagian pedagang bahkan bersiap mengamankan barang-barang berharga jika api semakin sulit dikendalikan.

Petugas kemudian melakukan penyekatan untuk menghentikan laju api agar tidak menjalar ke bangunan.

"Kami langsung melakukan penyekatan titik api agar tidak merembet," ungkap Irfan.

Ancaman belum berhenti. Setelah api di Gentengkulon berhasil dikendalikan, petugas kembali menerima laporan kebakaran di Dusun Krajan, Desa Gentengwetan.

Armada Damkarmat Sektor Genteng kembali bergerak menuju lokasi. Kali ini, api membakar area pekarangan kosong yang dipenuhi tumpukan dedaunan kering.

Kebakaran kedua juga berpotensi menimbulkan masalah lebih besar. Lokasi lahan berada berdekatan dengan permukiman warga dan tempat pemotongan kayu.

"Di Dusun Krajan, terjadi di area pekarangan kosong yang penuh dengan tumpukan dedaunan kering," ujar Irfan.

Petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi. Setelah mengisi kembali persediaan air, armada bergerak menangani kebakaran kedua. Api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 30 menit.

"Setelah mengisi air, kami langsung menuju lokasi kedua, tidak sampai 30 menit bisa padam seluruhnya," paparnya.

Dari hasil investigasi awal dan keterangan warga di sekitar lokasi, kedua kebakaran tersebut diduga memiliki pemicu serupa. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan.

Kondisi lahan yang kering kemudian membuat api mudah menjalar. Tiupan angin kencang turut mempercepat penyebaran kobaran ke semak dan alang-alang di sekitarnya.

"Dua-duanya diduga akibat pembakaran sampah yang ditinggal pergi. Karena cuaca terik dan angin kencang, percikan api sangat cepat menyambar semak-semak yang mengering," pungkas Irfan.

Dua kejadian dalam satu sore tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di tengah musim kemarau memiliki risiko tinggi. Terlebih ketika angin bertiup kencang dan banyak vegetasi dalam kondisi kering. Dalam situasi seperti itu, api kecil dapat berubah menjadi kebakaran dalam waktu singkat. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Damkarmat Genteng kebakaran lahan Kebakaran Genteng angin kencang musim kemarau