Antrean Kendaraan Mengular di Ketapang, 10 Polisi Siaga Bendung Sopir Ngeblong

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB
BERI IMBAUAN: Anggota Samapta dan Satlantas Polresta Banyuwangi mengatur arus lalu lintas di dekat Pelabuhan ASDP Ketapang, Kamis (17/9). (KUSMIN for Radar Banyuwangi)
BERI IMBAUAN: Anggota Samapta dan Satlantas Polresta Banyuwangi mengatur arus lalu lintas di dekat Pelabuhan ASDP Ketapang, Kamis (17/9). (KUSMIN for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Untuk mencegah kemacetan semakin parah, Polresta Banyuwangi menambah kekuatan dengan menerjunkan 10 personel Satuan Samapta (Satsamapta) bersenjata lengkap ke sejumlah titik rawan penumpukan kendaraan, Kamis (17/9).

Personel tambahan tersebut tidak sekadar berdiri menjaga jalur. Mereka mendapat tugas khusus mengantisipasi pengemudi yang nekat menerobos antrean atau ngeblong. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi tetap bergerak sesuai rekayasa lalu lintas yang diterapkan di kawasan Ketapang.

Pengerahan pasukan Samapta menjadi bentuk dukungan terhadap personel Satlantas yang selama ini menjadi ujung tombak pengaturan arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang.

Kasat Samapta Polresta Banyuwangi AKP Kusmin mengatakan, penebalan personel diperlukan karena volume kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Dewata dapat mengalami lonjakan.

“Personel kami fokus membantu pengaturan sirkulasi kendaraan dan menghalau kendaraan yang nekat ngeblong. Titik-titik rawan macet total kini dijaga ketat agar arus tetap terkendali,” tegas Kusmin, Kamis (17/9).

Bukan Sekadar Jaga Pembatas

Di lapangan, personel Samapta disebar pada sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi penumpukan. Selain menjaga pembatas jalur, anggota juga aktif memberikan imbauan kepada pengendara.

Pengeras suara digunakan untuk mengingatkan pengemudi agar tetap berada di jalur antrean dan tidak mengambil keputusan sendiri demi mempercepat perjalanan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kendaraan mengambil jalur berlawanan arah ketika antrean menuju pelabuhan mulai mengular. Manuver semacam itu justru berisiko mengunci arus kendaraan dari arah utara.

Jika kendaraan saling berhadapan di ruang jalan yang terbatas, antrean yang semula bergerak lambat dapat berubah menjadi sumbatan total.

Karena itu, polisi meminta pengendara tidak mengambil jalur di luar rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan.

Antisipasi Pengemudi Ngeblong

Perilaku ngeblong menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus. Pengemudi yang menerobos antrean memang berpotensi mempercepat perjalanan kendaraannya sendiri, tetapi pada saat bersamaan dapat mengganggu pergerakan kendaraan lain.

Personel Samapta ditugaskan membantu Satlantas menghalau manuver tersebut sekaligus menjaga agar antrean tetap berjalan sesuai pola pengaturan.

Penebalan personel juga memungkinkan pengawasan dilakukan pada beberapa titik secara bersamaan. Dengan demikian, ketika terjadi potensi gangguan arus, petugas dapat langsung melakukan tindakan pengaturan di lokasi.

Kusmin menegaskan, pola pengamanan akan menyesuaikan situasi di lapangan. Sebab, lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang sangat bergantung pada volume kendaraan yang datang dan kapasitas pelayanan penyeberangan.

Jalur Logistik Nasional

Kawasan Ketapang memiliki posisi penting karena menjadi salah satu simpul utama pergerakan kendaraan dari Jawa menuju Bali. Lintas Ketapang–Gilimanuk juga menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik.

Karena itu, gangguan arus di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada kendaraan yang hendak masuk pelabuhan. Efeknya bisa menjalar ke ruas jalan di sekitarnya apabila antrean tidak segera dikendalikan.

Polresta Banyuwangi pun memilih menerapkan skema pengaturan secara situasional. Penempatan personel dapat disesuaikan dengan perkembangan kepadatan kendaraan.

“Kami mengimbau pengendara untuk sabar mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkas Kusmin.

Penambahan 10 personel Samapta menjadi bagian dari strategi Polresta Banyuwangi meredam potensi kemacetan horor di kawasan Pelabuhan Ketapang. Polisi tidak hanya mengatur kendaraan yang mengantre, tetapi juga mengantisipasi tindakan pengemudi yang dapat membuat antrean semakin panjang dan arus lalu lintas terkunci. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
macet Ketapang Samapta Banyuwangi ngeblong Ketapang antrean kendaraan pelabuhan ketapang