Datangi Keluarga Korban KM Virgo Transport 8, Bupati Ipuk Janji Kawal Pendidikan Sang Anak

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 02:00 WIB
EMPATI: Bupati Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi kediaman korban musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Kamis (17/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
EMPATI: Bupati Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi kediaman korban musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Kamis (17/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Di tengah penantian kabar dua warga Banyuwangi yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendatangi rumah keluarga mereka, Kamis (17/9). Selain menyerahkan bantuan dan menguatkan keluarga, Ipuk memastikan pendidikan anak-anak korban tetap berlanjut meski orang tua mereka menjadi korban musibah.

Kunjungan pertama dilakukan Ipuk di Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Di rumah tersebut, Ipuk menemui keluarga Ponco Budi Raharjo, 46, salah satu korban yang hingga Rabu (16/9) masih dalam pencarian.

Dari Glenmore, rombongan kemudian bergerak menuju Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Di sana, Ipuk bertemu keluarga Soni Marta Andika, 41, yang juga menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut.

Kepada kedua keluarga, Ipuk menyampaikan rasa prihatin sekaligus doa agar proses pencarian para korban yang belum ditemukan segera membuahkan hasil.

“Saya mendoakan agar para korban yang hingga kini belum ditemukan bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat. Semoga ada mukjizat dalam pencarian korban ini,” ujar Ipuk.

Melihat Ketabahan Para Istri

Pertemuan dengan keluarga korban berlangsung dalam suasana haru. Ipuk mengaku terenyuh melihat ketabahan para istri korban yang masih menunggu kepastian nasib suami mereka.

Di kediaman Ponco, Ipuk bertemu Enik Tri Widawati, 41, istri Ponco atau yang akrab disapa Harjo. Sementara di Genteng, Ipuk menemui Rini Handayani, 49, istri Soni.

Keduanya dinilai tetap berusaha tegar meski berada dalam situasi penuh ketidakpastian.

“Saya kagum melihat ketabahan istri Pak Harjo dan Pak Soni. Semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT dalam menghadapi ini,” tutur Ipuk.

Bagi keluarga, perhatian pemerintah daerah bukan sekadar kunjungan. Di tengah proses pencarian korban, dukungan tersebut menjadi penguat agar mereka tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.

Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Selain bantuan dan dukungan moral, Pemkab Banyuwangi juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan para korban.

Ponco meninggalkan dua putri kembar, Savira Niken Raharjo, 19, dan Tiara Niken Raharjo, 19. Keduanya saat ini berstatus mahasiswi Universitas Jember (Unej).

Sementara Soni meninggalkan dua putra yang masih bersekolah, yakni Firman Eka Putra, 16, dan Firdan Maulana, 8.

Ipuk memastikan kondisi keluarga tidak menjadi alasan bagi anak-anak korban untuk menghentikan pendidikan mereka.

“Kami akan bantu agar anak-anak ini tetap menempuh pendidikan,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, siap mengawal pendidikan putra-putri korban hingga tuntas. Harapannya, mereka tetap bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak mampu menjadi kebanggaan keluarga.

“Pemkab Banyuwangi akan turut membantu agar pendidikan putra-putri korban ini tidak sampai berhenti. Agar ke depan bisa lulus dengan baik serta bisa mengangkat derajat orang tua mereka masing-masing,” tegasnya.

Skema Bantuan Disesuaikan Jenjang Pendidikan

Dukungan pendidikan tersebut akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing anak korban.

Untuk anak korban yang sedang menempuh pendidikan tinggi, pemkab menyiapkan skema beasiswa Banyuwangi Progresif. Sedangkan bagi anak yang masih berstatus pelajar, dukungan akan dikoordinasikan melalui Dinas Pendidikan Banyuwangi.

“Ada beasiswa untuk mahasiswa, yaitu Banyuwangi Progresif. Sedangkan untuk siswa akan dibantu oleh Dinas Pendidikan untuk mengurus seluruh keperluan bantuannya,” jelas Ipuk.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan masa depan anak-anak korban. Sebab, kehilangan sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga berpotensi membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga yang ditinggalkan.

Terima Kasih di Tengah Air Mata

Kunjungan Ipuk mendapat respons hangat dari keluarga korban.

Enik menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bupati Banyuwangi bersama jajaran pemerintah daerah.

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian, doa, dan bantuan dari Ibu Bupati beserta seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi,” katanya.

Rini juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku terharu karena Ipuk datang langsung ke rumahnya dan memberikan perhatian kepada keluarganya.

“Terima kasih banyak, ini sangat berarti bagi kami dan masa depan anak-anak karena Mas Soni itu tulang punggung keluarga,” ucapnya sembari mengusap air mata.

Di tengah proses pencarian korban KM Virgo Transport 8, keluarga masih menunggu kabar dengan harapan terbaik. Sementara itu, Pemkab Banyuwangi memastikan perhatian tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi juga menyentuh masa depan anak-anak yang kini harus menghadapi kehilangan dan ketidakpastian. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Pendidikan anak KM Virgo Transport bupati ipuk keluarga korban korban kapal tenggelam