HMD Gemas Motori Grading SPPG, Kunci MBG Aman

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:24 WIB
Pengurus dan anggota HMD Gemas Banyuwangi dan Jatim yang terdiri dari SPPG saat komitmen bersama menjaga program MBG nol insiden. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Pengurus dan anggota HMD Gemas Banyuwangi dan Jatim yang terdiri dari SPPG saat komitmen bersama menjaga program MBG nol insiden. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kesiapan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi diperkuat melalui Awareness HACCP dan Grading SPPG yang melibatkan SUCOFINDO.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan MBG seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

Pelaksanaan grading tersebut dirangkai dengan sosialisasi Pemkab Banyuwangi, SPPI, dan stakeholder terkait di Ballroom Blambangan Hotel Aston, Rabu (16/9).

Evaluasi tidak hanya melihat hasil akhir makanan, tetapi juga kesiapan sistem di dapur, mulai pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga distribusi.

Ketua HMD Gemas Banyuwangi Sugiarto mengatakan, pelibatan pihak yang memiliki kompetensi dalam pengawasan dan penilaian menjadi bagian penting untuk memperkuat standar dapur SPPG.

“Program MBG tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua stakeholder harus berjalan bersama-sama, saling mengontrol, dan melakukan mitigasi persoalan di dapur agar tidak terlambat mengantisipasi,” ujarnya.

Menurut Sugiarto, grading dan awareness HACCP menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi risiko sejak awal.

Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan kepatuhan terhadap SOP.

“Mulai proses pemilihan, pemorsian, hingga penyajian harus dipedomani dengan baik. Harapan kita MBG di Banyuwangi aman dan higienis prosesnya serta sehat dari sisi kualitas gizinya,” tegasnya.

Ketua HMD Gemas Jatim Bayu Perkasa menambahkan, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama seluruh pengelola dapur.

“Mulai pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga distribusi harus sesuai SOP dan dikontrol ketat. Jangan sampai target distribusi mengabaikan keamanan makanan,” tegas Bayu.

Melalui grading, awareness HACCP, dan pengawasan berlapis, HMD Gemas menegaskan komitmennya membangun sistem pencegahan.

Bukan menunggu terjadi masalah, tetapi memastikan potensi risiko sudah dikendalikan sejak dari dapur.

Targetnya, MBG Banyuwangi aman dan nol insiden.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Grading SPPG Awareness HACCP MBG Banyuwangi HMD Gemas keamanan pangan