Karhutla Gunung Ijen Hanguskan 1.505 Hektare Kawasan Konservasi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 01:00 WIB
HANGUS: Kobaran api menghanguskan lahan di area TWA Ijen. Saat ini api merembet di sekitar bibir sungai dekat air tenjun Banyupahit.( AYYB for Radar Banyuwangi)
HANGUS: Kobaran api menghanguskan lahan di area TWA Ijen. Saat ini api merembet di sekitar bibir sungai dekat air tenjun Banyupahit.( AYYB for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawah Ijen menghanguskan 1.505 hektare kawasan konservasi. Dari luasan tersebut, 56 hektare berada di Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, sedangkan 1.449 hektare lainnya masuk kawasan Cagar Alam (CA) Ijen.

Karhutla pertama kali terdeteksi di kawasan TWA Ijen pada Jumat (4/9). Api kemudian meluas hingga merembet ke kawasan CA Ijen dan bergeser sampai wilayah Kabupaten Bondowoso.

Kepala TWA Ijen Rusdi Santoso mengatakan, luasan terdampak di kawasan TWA Ijen mencapai 56 hektare.

“Yang terkena dampak karhutla di area TWA Ijen mencapai 56 hektare,” ujar Rusdi.

Cagar Alam Ijen Terdampak Paling Luas

Dibandingkan TWA Ijen, kawasan Cagar Alam Ijen mengalami dampak kebakaran jauh lebih luas. Total area yang terdampak mencapai 1.449 hektare.

Jika digabungkan, kebakaran telah menyasar 1.505 hektare kawasan konservasi yang terdiri atas TWA Ijen dan CA Ijen.

Penanganan pascakebakaran kini memasuki tahap akhir. Tim telah menyelesaikan proses moping up atau penyisiran di area bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik asap yang masih tersisa.

Langkah tersebut menjadi penting untuk mencegah api kembali muncul di kawasan yang telah terbakar.

Pinggir Jalan Masih Rutin Dibasahi

Meski penyisiran di area bekas kebakaran telah rampung, petugas belum menghentikan seluruh upaya pencegahan. Pembasahan masih dilakukan secara rutin di sejumlah titik, terutama di sepanjang tepi jalan yang vegetasinya belum terbakar.

Kondisi vegetasi yang sangat kering membuat area tersebut tetap rawan menjadi lokasi munculnya titik api baru.

“Bekas kebakaran sudah selesai moping up. Yang kita lakukan pembasahan adalah di pinggir jalan yang belum terbakar karena rawan terjadi kebakaran, kering sekali. Tiap hari dilakukan pembasahan,” pungkas Rusdi.

Dengan demikian, meski api di area bekas kebakaran telah ditangani, kewaspadaan masih diperlukan. Kondisi kawasan yang kering membuat upaya pembasahan terus dilakukan untuk mencegah karhutla kembali meluas. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Karhutla Ijen Cagar Alam Ijen kebakaran hutan TWA Ijen gunung ijen