RADAR BANYUWANGI – Niat membakar sampah di dekat bangunan penyimpanan kayu berujung petaka. Api diduga merembet dari pembakaran sampah hingga melalap bangunan semi permanen milik warga di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Senin malam (31/8). Kerugian ditaksir mencapai Rp8 juta, namun tidak ada korban jiwa maupun luka.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.35. Bangunan berukuran 8 × 5 meter yang digunakan sebagai tempat penyimpanan kayu tersebut diketahui terbakar setelah api dari pembakaran sampah di sekitar lokasi menyambar tumpukan kayu kering.
Bangunan itu merupakan milik Kasmiyadi, 61, warga Desa Sumberberas. Api kali pertama diketahui tetangga yang tinggal di sebelah bangunan semi permanen tersebut.
Melihat kobaran api mulai membesar, tetangga Kasmiyadi langsung memberi tahu warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengendalikan kobaran. Api yang telah menyambar material kayu kering semakin sulit dipadamkan sehingga warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi dari Sektor Srono kemudian bergerak menuju lokasi. Sebanyak dua personel bersama satu unit mobil pemadam diterjunkan untuk melakukan penanganan.
Petugas tidak bekerja sendiri. Proses pemadaman turut dibantu personel kepolisian, pemerintah setempat, dan warga sekitar.
Petugas Damkarmat Banyuwangi Muamar Kadafi mengatakan, berdasarkan investigasi awal, sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian menyambar tumpukan kayu kering.
“Dari investigasi awal, api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian menyambar tumpukan kayu kering sehingga merembet ke bangunan semi permanen,” ujar Kadafi.
Material kayu yang berada di dalam bangunan membuat api mudah membesar. Meski demikian, penanganan dapat dilakukan secara aman dan terkendali.
Kadafi menyebut proses penanganan selesai sekitar pukul 20.10. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp8 juta.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas membakar sampah, terlebih jika dilakukan berdekatan dengan material yang mudah terbakar.
Kadafi mengimbau masyarakat selalu memperhatikan lokasi saat membakar sampah dan tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam.
“Penanganan berlangsung aman dan terkendali. Sekitar pukul 20.10 penanganan dinyatakan selesai,” pungkasnya.
Kebakaran di Sumberberas itu pun menjadi pelajaran bahwa bara kecil di sekitar material kering bisa berubah menjadi kobaran besar dalam waktu singkat. Pengawasan menjadi kunci agar aktivitas membakar sampah tidak berujung kebakaran dan kerugian. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin