RADAR BANYUWANGI – Perjalanan pengobatan ke Surabaya tak lagi harus ditanggung sendiri oleh Halimah. Warga Dusun Bulupayung, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, yang harus menjalani kemoterapi di RSUD dr Soetomo Surabaya tersebut mendapat bantuan biaya operasional pengobatan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi.
Bantuan itu disalurkan melalui Program Banyuwangi Sehat Baznas dengan dukungan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Kalipuro. Selain membantu kebutuhan selama menjalani pengobatan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang harus menempuh perjalanan pengobatan lintas daerah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Camat Kalipuro Nuril Falah, disaksikan Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrozik. Hadir pula Ketua UPZ Kecamatan Kalipuro Nur Hayat dan Kepala KUA Kalipuro Lukman.
Nuril mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Halimah selama menjalani rangkaian pengobatan di Surabaya.
Menurut dia, kebutuhan pengobatan bukan hanya berkaitan dengan biaya medis. Pasien yang harus menjalani perawatan di luar daerah juga menghadapi kebutuhan operasional selama berada di tempat pengobatan.
“Semoga bantuan dari Baznas ini bisa membantu meringankan tanggungan biaya operasional selama perawatan di Surabaya,” kata Nuril.
Berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah
Nanang Khairurrozik menjelaskan, bantuan untuk Halimah merupakan bagian dari Program Banyuwangi Sehat. Penyalurannya dilakukan melalui UPZ Kecamatan Kalipuro agar bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.
Halimah menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut karena harus menjalani kemoterapi di RSUD dr Soetomo Surabaya.
“Harapannya, pasien tidak kesulitan lagi terkait biaya operasional selama pengobatan,” ujar Nanang.
Dia menegaskan, bantuan tersebut tidak terlepas dari kontribusi masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Banyuwangi.
Dengan demikian, dana yang terkumpul tidak hanya menjadi kewajiban sosial, tetapi juga kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk bantuan bagi warga yang tengah menghadapi kebutuhan pengobatan.
“Bantuan ini merupakan sumbangsih dari para muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas,” pungkasnya.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat disalurkan untuk membantu kebutuhan kesehatan masyarakat. Bagi Halimah, bantuan itu diharapkan menjadi penopang selama harus bolak-balik menjalani pengobatan di Surabaya. (*)
Editor : Ali Sodiqin