Warga Padati Taman Blambangan, Upacara HUT ke-81 RI Banyuwangi Makin Semarak

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 12:47 WIB
I Gusti Ayu Mahisita siswi SMAN 1 Srono bertugas sebagai pembawa baki pada upacara peringatan HUT ke-81 RI di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin (17/8). (Portal Banyuwangi)
I Gusti Ayu Mahisita siswi SMAN 1 Srono bertugas sebagai pembawa baki pada upacara peringatan HUT ke-81 RI di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin (17/8). (Portal Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Banyuwangi berlangsung semarak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar upacara peringatan kemerdekaan di Taman Blambangan, Senin (17/8).

Tak hanya jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), upacara tersebut juga menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat sengaja datang ke Taman Blambangan untuk menyaksikan langsung prosesi peringatan detik-detik kemerdekaan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah pejabat dan unsur pimpinan daerah hadir, di antaranya Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Kristiawan, Dandim 0825 Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi I Gede Yuliarta, serta Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Farid Gunawan.

Upacara dimulai pukul 07.45 WIB. Prosesi diawali pengibaran bendera Merah Putih oleh 75 pelajar SMA dari berbagai wilayah Banyuwangi yang tergabung dalam Paskibra.

Ada yang menarik dalam prosesi tersebut. Saat menjalankan tugas pengibaran bendera, para anggota Paskibra membentuk formasi angka dan huruf “81 TH”. Formasi itu menjadi simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Setelah pengibaran bendera, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Teks Proklamasi Kemerdekaan RI kemudian dibacakan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.

Suasana di Taman Blambangan tidak hanya dipenuhi peserta upacara. Sejumlah warga juga terlihat berdatangan sejak pagi. Salah satunya Risma, warga Penataban, yang mengaku sengaja menyempatkan diri menonton upacara setelah menyelesaikan aktivitas di rumah.

“Sengaja datang ke Taman Blambangan untuk menyaksikan upacara secara langsung. Tadi setelah masak, langsung ke sini,” kata Risma.

Kehadiran warga semakin terlihat dari sejumlah ibu-ibu yang datang setelah berbelanja dari pasar. Bahkan, ada wisatawan dari luar kota yang turut menonton upacara sembari menunggu jadwal kereta untuk kembali ke Surabaya.

Ari, warga Kecamatan Bangorejo, menjadi salah satu yang menikmati suasana upacara secara langsung. Baginya, pengalaman tersebut cukup berkesan, terlebih ada keluarga yang ikut tampil dalam rangkaian acara.

“Pertama kali nonton langsung Upacara Kemederkaan, dan senang ternyata dikasih tenda untuk penonton, ada kuenya lagi. Kebetulan juga keponakan saya juga tampil di acara ini,” kata Ari.

Semarak peringatan kemerdekaan juga terasa melalui penampilan ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA se-Banyuwangi.

Mereka menyuguhkan beragam seni dan budaya Nusantara. Penampilan budaya Dayak, Betawi, Minang hingga kesenian khas Banyuwangi ditampilkan dalam rangkaian acara. Pertunjukan tersebut membuat suasana perayaan kemerdekaan tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus keberagaman budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata untuk membangun Banyuwangi.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah daerah, mulai dari kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting, hingga menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Banyak PR yang harus dituntaskan, kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting. Bagaimana juga menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Intinya 10 program prioritas nasional seperti yang disampaikan Presiden Prabowo saat pidato penyampaian tentang APBN tahun harus kita laksanakan,” kata Ipuk.

Sementara itu, petugas utama dalam pengibaran bendera juga mendapat sorotan. Pembawa baki bendera dipercayakan kepada I Gusti Ayu Mahisita dari SMAN 1 Srono.

Petugas pengerek bendera adalah Dyandra Ramadhan Taufani dari SMAN 1 Genteng. Tugas pembentang dijalankan Muhammad Rezky Perdana dari SMA 2 Taruna Bhayangkara, sedangkan posisi pengulur diemban Davian Ardhana Putra dari SMA 2 Taruna Bhayangkara.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Banyuwangi pun menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan. Keterlibatan pelajar, pemerintah, masyarakat hingga wisatawan menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang berada di panggung upacara, tetapi menjadi bagian dari ruang publik yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : banyuwangikab.go.id
Paskibra Banyuwangi HUT ke-81 Kemerdekaan RI Upacara Kemerdekaan Taman Blambangan banyuwangi