Pariwisata Banyuwangi Didorong Naik Kelas, InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Strategi Promosi hingga Penerbangan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 06:45 WIB
Pemkab Banyuwangi menggandeng InJourney dan Angkasa Pura untuk memperkuat pariwisata. (Antara)
Pemkab Banyuwangi menggandeng InJourney dan Angkasa Pura untuk memperkuat pariwisata. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memperkuat langkah pengembangan sektor pariwisata melalui kolaborasi dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing Banyuwangi sebagai destinasi wisata berkelas internasional melalui penguatan agenda wisata, promosi, hingga konektivitas transportasi udara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, komitmen tersebut mengemuka setelah pertemuan dengan Direktur Utama InJourney Maya Watono dan Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi.

Menurut Ipuk, dukungan dari kedua BUMN tersebut menjadi modal penting bagi Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

"Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan menyatakan komitmennya mendukung pariwisata Banyuwangi. Kami optimistis dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah," ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengapresiasi kesiapan InJourney dan Angkasa Pura dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan berbagai agenda wisata, memperluas promosi, sekaligus memperkuat akses transportasi udara menuju Banyuwangi.

"Ini akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap untuk berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia. Selain memiliki bentang alam yang beragam, daerah tersebut juga kaya akan budaya, kuliner, hingga produk kopi yang memiliki daya tarik tersendiri.

Menurut Maya, kekuatan utama Banyuwangi justru terletak pada identitas budaya yang tetap terjaga dan dipadukan dengan kekayaan alam serta kreativitas pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata.

"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, InJourney bersama Pemkab Banyuwangi akan menyusun peta jalan atau roadmap strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara menuju Banyuwangi.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Agenda budaya tersebut diharapkan semakin mampu menarik minat wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi menegaskan bahwa konektivitas transportasi merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Karena itu, pihaknya melihat adanya peluang untuk menambah frekuensi penerbangan menuju Banyuwangi. Namun, pengembangannya perlu dirancang secara menyeluruh dengan mengintegrasikan rute Banyuwangi bersama destinasi wisata lain agar tingkat keterisian penumpang tetap terjaga.

Kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, InJourney, dan Angkasa Pura diharapkan mampu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang semakin kompetitif di pasar pariwisata nasional maupun internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
banyuwangi