RADAR BANYUWANGI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menjadikan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-66 sebagai momentum memperkuat komitmen menghadirkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan humanis. Melalui syukuran yang digelar di Aula Kejari Banyuwangi, Kamis (24/7), seluruh jajaran Adhyaksa menegaskan tekad untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi Farid Gunawan dan diikuti pejabat struktural, para jaksa, serta seluruh pegawai Kejari Banyuwangi. Syukuran berlangsung serentak bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh satuan kerja kejaksaan di Indonesia.
Tahun ini, Hari Bhakti Adhyaksa mengusung tema "Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan Hukum dan Keadilan." Tema tersebut menjadi penegasan bahwa setiap insan Adhyaksa dituntut menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Jaksa Agung RI, ceramah agama, pembacaan doa, hingga prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan secara serentak. Setelah mengikuti acara nasional, keluarga besar Kejari Banyuwangi melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah, foto bersama, dan makan siang bersama.
Jaksa Agung Minta Jajaran Jaga Kepercayaan Publik
Dalam arahannya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menekankan bahwa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan harus dijaga melalui kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia meminta seluruh jajaran Adhyaksa terus memperkuat pengawasan internal, meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik, serta menjaga soliditas organisasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
"Saya mengingatkan seluruh jajaran Adhyaksa untuk terus mengawal penanganan perkara yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, memperkuat pengawasan internal, meningkatkan komunikasi publik dan keterbukaan informasi, serta menjaga soliditas korps," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan penegakan hukum ke depan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian perkara, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas.
HBA Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Integritas
Kajari Banyuwangi Farid Gunawan mengatakan Hari Bhakti Adhyaksa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen evaluasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Menurutnya, profesionalisme, integritas, dan pendekatan humanis harus menjadi nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas kejaksaan.
"Semangat Hari Bhakti Adhyaksa menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan menghadirkan penegakan hukum yang humanis serta memberikan kepastian hukum yang berkeadilan kepada masyarakat," ujarnya.
Farid menambahkan, prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan dalam syukuran menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan pengabdian Kejaksaan Republik Indonesia sekaligus tekad menjaga marwah institusi.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Seluruh pegawai mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk refleksi atas pengabdian sekaligus penguatan semangat melayani masyarakat.
"Melalui peringatan HBA ke-66 ini, tentu kita menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum yang profesional, akuntabel, transparan, dan humanis guna mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan," pungkas Farid.
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 di Banyuwangi menjadi penegasan bahwa transformasi kejaksaan tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada rasa keadilan masyarakat. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin