Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Pajarakan Probolinggo Direhab, Tol Kraksaan Diusulkan Jadi Jalur Pendukung

Ali Sodiqin • Senin, 13 Juli 2026 | 07:00 WIB
Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Dokumen Radar Bromo)
Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Dokumen Radar Bromo)

RADAR BANYUWANGI – Rehabilitasi Jembatan Pajarakan di KM SBY 119+320, Kabupaten Probolinggo, dipastikan dimulai pada awal Agustus 2026. Proyek yang ditargetkan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan itu disiapkan untuk mengatasi kerusakan yang selama ini berulang terjadi pada jembatan nasional tersebut. Sejumlah langkah mitigasi, mulai pembangunan Bailey Bridge, pengalihan kendaraan berat hingga usulan pembukaan akses Tol Kraksaan, telah disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.

Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi dan sosialisasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Timur pada Rabu (8/7/2026).

Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Jawa Timur Wahyu Wibowo serta Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifki Mubarok.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi dampak rehabilitasi terhadap aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Sjaiful Efendi mengatakan, pemerintah akan membangun Bailey Bridge atau jembatan sementara di sisi selatan jembatan utama agar akses kendaraan tetap tersedia selama proses rehabilitasi berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembukaan kembali akses Tol Kraksaan sebagai jalur pendukung guna mengurangi kepadatan di jalan nasional.

"Kita hindari penggunaan jalan desa dan jalan kabupaten agar tidak cepat rusak. Jika terpaksa digunakan, jalur itu hanya untuk kendaraan ringan dan sepeda motor. Sedangkan kendaraan berat akan dialihkan lewat jalur Lumajang," tegas Sjaiful.

Ia menambahkan, koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga akan dipercepat karena pembangunan Bailey Bridge membutuhkan pemanfaatan lahan milik PT KAI. Proses tersebut diharapkan dapat selesai bersamaan dengan pembongkaran jembatan utama.

Nantinya, jembatan sementara hanya mampu melayani kendaraan dengan beban maksimal 8 hingga 10 ton.

Sementara itu, PPK 1.1 Jawa Timur Wahyu Wibowo memastikan rehabilitasi dilakukan tanpa mengubah bentuk maupun dimensi Jembatan Pajarakan. Struktur jembatan tetap menggunakan rangka baja dengan lantai beton seperti kondisi eksisting.

Menurutnya, pekerjaan diperkirakan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan dengan jadwal pelaksanaan menyesuaikan kesiapan teknis di lapangan.

"Kami akan segera berkoordinasi lebih lanjut terkait kesiapan teknis pembangunan jembatan sementara, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun ada pembatasan selama proses perbaikan berlangsung," ujarnya.

Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah berharap rehabilitasi Jembatan Pajarakan dapat berjalan sesuai target tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap arus lalu lintas maupun aktivitas ekonomi masyarakat di jalur pantura Probolinggo. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Jembatan Pajarakan #Bailey Bridge #rehabilitasi jembatan #probolinggo #jalur alternatif