Munas dilaksanakan secara hibrid. Hadir di lokasi Munas, para pengurus DPP IKA STKS-Poltekesos periode sebelumnya dan sesepuh Poltekesos Prof Dr Jusman Iskandar, M.S. Perwakilan beberapa DPW tampak hadir juga di arena Munas. Antara lain DPW Jabar dan Jateng. Sementara perwakilan DPW se-Indonesia sebagian besar hadir secara daring via zoom.
Sesepuh Poltekesos lainnya, Prof Dr Syarif Muhidin, MSc hadir memberikan arahan via Zoom. Tampak pula Direktur Poltekesos Suharma, PhD yang membuka dan menutup Munas secara resmi, didampingi Wakil Direktur III Poltekesos Moch Zaenal Hakim, PhD.
Adhy yang memulai kuliah di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) pada 1990 pernah menjadi Pj Gubernur Jawa Timur selama setahun. Karena ketokohannya tersebut, Adhy terpilih secara bulat menjadi ketua umum oleh semua peserta Munas, baik yang hadir secara luring maupun daring.
Pada pidato pertama sebagai ketua umum, Adhy mengucapkan terima kasih kepada ketua umum sebelumnya, Dr. Pepen Nazarudin, M.Si. dan sekjen sebelumnya, Prof DrTaufiqurokhman, SSos, MSi. “Langkah awal yang akan saya lakukan ialah menginventarisasi data alumni di seluruh Indonesia. Selain itu, membangun jejaring dengan berbagai lembaga pusat dan daerah. Semua ini dilakukan untuk terwujudnya internalisasi profesi pekerjaan sosial di berbagai bidang pelayanan,” ujar Adhy yang pada 9 Juli 2026 akan menempuh sidang terbuka doktoral di Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Indonesia.
Adhy juga menegaskan komitmennya untuk melakukan advokasi profesi pekerjaan sosial di tingkat pusat dan daerah. Langkah yang akan dilakukannya ialah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bidang kesejahteraan sosial di pusat dan daerah.
Adhy juga merencanakan adanya pertemuan alumni STKS-Poltekesos secara berkala, terutama secara luring untuk meningkatkan kompetensi dan silaturahmi. (aif)
Editor : Sigit Hariyadi