RADARBANYUWANGI.ID - Ratusan jemaah dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati kediaman mendiang Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Minggu (21/6) pagi. Peringatan haul ke-53 waliyullah tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran puluhan habaib, kiai, pejabat, serta tokoh masyarakat.
Di tengah lantunan doa dan dzikir yang mengalun, suasana religius menyelimuti halaman rumah yang menjadi pusat kegiatan haul. Momen ini tidak hanya menjadi peringatan wafatnya ulama karismatik Banyuwangi, tetapi juga ruang kebersamaan spiritual bagi masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia secara khusus menitipkan doa kepada keluarga besar Habib Hadi agar Banyuwangi senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
“Mohon doanya semoga Banyuwangi ini tetap dijaga oleh Allah SWT. Diberikan keselamatan dari berbagai ujian dan cobaan. Semoga pula barakah Allah SWT senantiasa dilimpahkan untuk kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Dalam kesempatan itu, Ipuk juga memohon doa agar dirinya mampu menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Menurutnya, ikhtiar pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan spiritual dari para ulama, habaib, dan tokoh agama.
“Tanpa doa dan dukungan dari para habaib, para kiai dan seluruh tokoh agama semua, berat rasanya untuk mengemban amanah ini. Anggaran semakin berkurang, tantangan semakin kompleks, ini semua butuh ikhtiar dan doa bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni sosial yang selama ini telah terbangun di Banyuwangi. Kerukunan antar suku, ras, dan agama disebutnya sebagai modal sosial yang harus terus dirawat.
“Kebersamaan ini harus selalu dijaga dan jangan biarkan ada pihak-pihak yang hendak merusak kedamaian ini,” tegas Ipuk.
Haul ke-53 ini menjadi pengingat perjalanan panjang sosok Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar, ulama kelahiran 1908 yang dikenal sebagai waliyullah di Banyuwangi. Semasa hidupnya, ia aktif dalam syiar Islam dan turut menginisiasi pembangunan berbagai masjid di wilayah Bumi Blambangan.
Kini, jejak perjuangan dan keteladanannya terus hidup dalam ingatan masyarakat, terutama melalui tradisi haul yang tak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol kebersamaan, doa, dan penghormatan terhadap warisan spiritual ulama Banyuwangi. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin