Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pipa Misterius di Laut Banyuglugur Diselidiki TNI AL, Nelayan Keluhkan Ganggu Aktivitas Melaut

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:00 WIB
RESPON KELUHAN: Komandan Pos TNI AL Panarukan, Letnan Satu PM Didin Abidin, memantau keberadaan pipa berukuran besar di tengah laut perairan Desa/Kecamatan Banyuglugur, Jumat (19/6). (Humaidi/Radar Situbondo)
RESPON KELUHAN: Komandan Pos TNI AL Panarukan, Letnan Satu PM Didin Abidin, memantau keberadaan pipa berukuran besar di tengah laut perairan Desa/Kecamatan Banyuglugur, Jumat (19/6). (Humaidi/Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID – Misteri keberadaan dua pipa berukuran besar yang membentang di perairan Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, mulai mendapat perhatian serius aparat. Setelah viral dan dikeluhkan nelayan karena diduga menjadi saluran pembuangan limbah ke laut, Komandan Pos TNI AL Panarukan bersama aparat kepolisian turun langsung melakukan pengecekan di lokasi, Jumat (19/6).

Hasil pemeriksaan awal menemukan keberadaan dua pipa besar yang menjulur ke tengah laut. Namun, petugas belum menemukan bukti adanya aktivitas pembuangan limbah seperti yang ramai diperbincangkan dalam video yang beredar di masyarakat.

"Kami memang menemukan paralon atau pipa tersebut. Tetapi untuk dugaan pembuangan limbah seperti yang disebutkan dalam video, sampai saat ini belum ditemukan bukti," ujar Komandan Pos TNI AL Panarukan Letnan Satu PM Didin Abidin.

Berawal dari Keluhan Nelayan

Peninjauan dilakukan setelah muncul laporan dan keluhan dari nelayan setempat terkait keberadaan pipa yang berada di wilayah perairan Banyuglugur.

Selain diduga menjadi sarana pembuangan limbah, nelayan juga mengeluhkan keberadaan pipa tersebut karena dianggap mengganggu aktivitas pelayaran dan pencarian ikan di sekitar lokasi.

Didin menjelaskan, pihaknya merespons laporan tersebut karena lokasi yang dikeluhkan masuk dalam wilayah pengawasan Pos TNI AL Panarukan.

"Kami turun langsung karena ada keluhan nelayan dan lokasi tersebut merupakan wilayah yang menjadi tanggung jawab kami untuk dipantau," katanya.

Tempuh Dua Kilometer Lewat Laut

Dalam proses pengecekan, anggota TNI AL bersama personel Polsek Banyuglugur menyisir kawasan pantai melalui jalur Wisata Utama Raya.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan sekitar dua kilometer menggunakan speed boat untuk mencapai titik ujung pipa yang berada di tengah laut.

Setibanya di lokasi, petugas mendokumentasikan kondisi pipa sebagai bahan penyelidikan dan pengumpulan data lapangan.

Dari hasil pengamatan awal, pipa tersebut diduga terhubung dengan salah satu kawasan industri atau perusahaan yang berada di sekitar jalur Pantura Banyuglugur. Namun, asal-usul dan fungsi pipa tersebut masih belum dapat dipastikan.

Terkendala Hutan Mangrove

Didin mengungkapkan, penyelidikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena tim mengalami kendala medan.

Keberadaan hutan mangrove di sepanjang bibir pantai membuat petugas belum dapat menelusuri jalur pipa hingga ke titik awal pemasangannya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jarak antara ujung pipa yang berada di laut dengan bibir pantai mencapai sekitar 400 meter.

"Untuk saat ini kami belum bisa menelusuri sampai sumbernya karena terhalang mangrove. Perkiraan kami jaraknya sekitar 400 meter dari bibir pantai ke ujung pipa," jelasnya.

Karena itu, TNI AL berencana melakukan penyelidikan lanjutan dalam waktu dekat guna memastikan asal pipa serta fungsi sebenarnya.

Minta DLH Turun Tangan

TNI AL juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap temuan tersebut.

Menurut Didin, instansi yang memiliki kewenangan untuk memastikan apakah pipa tersebut digunakan sebagai saluran pembuangan limbah atau bukan adalah DLH melalui pengujian lingkungan dan investigasi lebih lanjut.

"Kami berharap DLH segera turun ke lokasi. Mereka yang memiliki kewenangan untuk memastikan apakah ini saluran limbah atau bukan," ujarnya.

Meski belum ditemukan bukti pencemaran, Didin menilai pemasangan pipa yang membentang di area perairan tetap berpotensi melanggar aturan karena dapat mengganggu aktivitas nelayan dan pengguna jalur laut lainnya.

"Yang jelas, keberadaan pipa ini berdampak terhadap nelayan karena menyulitkan mereka saat melintas di lokasi tersebut," pungkasnya.

Penyelidikan lanjutan kini menjadi kunci untuk mengungkap asal-usul pipa misterius itu sekaligus menjawab keresahan nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari perairan Banyuglugur. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#pipa misterius #dugaan limbah #tni al #Nelayan Situbondo #Banyuglugur