RADARBANYUWANGI.ID - Ketenangan warga di sejumlah wilayah Banyuwangi terusik dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya, isu dugaan “teror pocong” yang viral di media sosial semakin luas diperbincangkan dan memicu keresahan masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat memastikan bahwa kabar yang beredar merupakan berita bohong atau hoaks. Polisi meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga situasi keamanan lingkungan tetap kondusif.
Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan bukti valid maupun kejadian nyata terkait isu teror pocong sebagaimana ramai beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu yang belum jelas justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya kemarin (24/5).
Menurut Rofiq, masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat menerima dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Ia mengingatkan bahwa media sosial memiliki dampak besar terhadap situasi sosial apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.
Kapolresta mengajak masyarakat memilih sumber informasi yang tepercaya, menjaga etika dalam berkomentar, serta tidak ikut menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum terverifikasi.
“Media sosial adalah sarana yang sangat powerful. Gunakan secara bijak untuk kebaikan bersama, bukan untuk menyebarkan ketakutan atau provokasi,” tegasnya.
Rofiq juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi di ruang digital.
Selain hoaks, menurut dia, media sosial juga rawan dimanfaatkan untuk berbagai pelanggaran hukum lain seperti ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hingga penipuan online.
“Kami harap masyarakat Banyuwangi tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi meluasnya keresahan, Polresta Banyuwangi juga melakukan patroli siber guna memantau perkembangan informasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi meminta warga segera melapor melalui layanan darurat 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun informasi yang berpotensi memicu keresahan publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi Banyuwangi tetap aman dan kondusif. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab,” ajaknya.
Imbauan serupa juga disampaikan Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan. Ia memastikan hingga saat ini tidak ada bukti otentik terkait isu teror pocong yang ramai dibicarakan warga.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya. Isu pocong jadi-jadian ini belum tentu benar dan cenderung mengarah pada hoaks yang meresahkan,” tuturnya.
Lita juga meminta warga tidak bertindak gegabah apabila mendapati sesuatu yang dianggap mencurigakan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri yang justru bisa memicu gangguan keamanan baru di lingkungan sekitar.
“Jangan mudah terprovokasi. Jika melihat ada aktivitas yang mencurigakan, segera lapor ke pihak kepolisian. Jangan melakukan tindakan sendiri yang justru dapat mengganggu keamanan lingkungan,” imbuhnya.
Sementara itu, langkah antisipasi juga dilakukan jajaran Polsek Kalibaru. Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan aparat mengajak masyarakat meningkatkan keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling dan ronda malam.
“Kami anjurkan warga meningkatkan keamanan dengan pos ronda,” katanya.
Polisi berharap masyarakat tidak mudah termakan isu viral yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak memperluas penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan publik.
Fenomena penyebaran isu teror pocong ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial. Aparat menilai kemampuan masyarakat memilah informasi valid menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. (rio/sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin