Gagal sandarnya kapal di Pelabuhan LCM dan Dermaga MB 4 memicu penurunan trip hingga 30 kali. Sekitar 600 kendaraan logistik terdampak.
RADARBANYUWANGI.ID – Kemacetan parah di jalur utara Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejak Rabu (20/5) malam hingga Jumat (22/5), antrean kendaraan logistik masih mengular panjang akibat cuaca buruk di perairan Selat Bali yang menghambat operasional penyeberangan.
Dampaknya tidak main-main. Antrean kendaraan bahkan membentang hingga sekitar empat kilometer, mulai depan Pelabuhan Ketapang sampai kawasan Jembatan Timbang. Gagal sandarnya sejumlah kapal di Pelabuhan LCM dan Dermaga MB 4 membuat ratusan truk harus tertahan berjam-jam bahkan lebih dari sehari.
Pantauan Radar Banyuwangi hingga Jumat siang, kepadatan arus kendaraan terjadi di sejumlah titik jalur menuju pelabuhan. Kendaraan dari arah selatan tidak lagi bisa langsung masuk ke kawasan pelabuhan. Sopir terpaksa diarahkan memutar melalui jalan lingkar sebelum kembali masuk ke jalur antrean.
Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan besar pada arus logistik lintas Jawa-Bali yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Truk Parkir di Bahu Jalan Bikin Kemacetan Kian Semrawut
Kepadatan kendaraan paling terlihat di sekitar depan kantor Pelindo hingga kawasan Terminal Sritanjung. Situasi semakin rumit karena sejumlah truk memilih parkir di sisi jalan sambil menunggu antrean bergerak.
Keberadaan kendaraan yang berhenti di bahu jalan membuat ruang gerak kendaraan lain semakin sempit dan memicu perlambatan arus.
Sementara itu, di kantung parkir Bulusan, ratusan kendaraan logistik sudah memenuhi area tunggu. Sopir memilih bertahan menunggu giliran menyeberang daripada mengambil risiko memaksa perjalanan di tengah cuaca ekstrem.
Rahman, sopir logistik asal Lombok, mengaku sudah tertahan sejak Kamis sore. Padahal jadwal awalnya, Kamis malam dirinya diperkirakan sudah bisa menyeberang dan membongkar muatan.
"Saya di sini mulai Kamis sore. Seharusnya Kamis malam sudah bisa bongkar. Tapi karena cuaca seperti ini harus menunggu sampai sekarang," ujarnya.
Rahman mengangkut muatan kayu dari Gresik menuju Denpasar. Dalam perjalanan tersebut, ia juga membawa istri dan anaknya.
Meski menunggu cukup lama, dia mengaku memahami situasi yang terjadi.
"Kalau dipaksakan saya khawatir keselamatan juga. Saya bawa keluarga, jadi menunggu saja sampai aman," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ketut Swastika, sopir pengangkut semen asal Bali. Dia mengaku baru masuk kantung parkir pada Kamis malam dan hingga Jumat siang masih belum mendapatkan giliran naik kapal.
Ketut membawa muatan semen dari Puger menuju Singaraja.
"Padahal ini belum Agustus. Biasanya kalau Agustus ombak memang tinggi. Dari Bali kondisi juga sama," ungkapnya.
Cuaca Buruk Pangkas 30 Trip Kapal
General Manager PT ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan cuaca buruk di Selat Bali selama tiga hari terakhir sangat memengaruhi olah gerak kapal, terutama armada yang beroperasi di Dermaga LCM dan Dermaga MB 4.
Akibat tinggi gelombang dan kondisi perairan yang tidak bersahabat, sejumlah kapal mengalami penundaan atau delaying saat proses sandar.
"Khusus kapal yang beroperasi di Dermaga LCM dan Dermaga 4 mengalami delaying. Dampaknya kendaraan logistik harus menunggu lebih lama untuk masuk kapal," jelasnya.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah perjalanan kapal mengalami penurunan cukup signifikan. Dari rata-rata normal sekitar 70 trip, terjadi pengurangan hingga 30 trip.
Penurunan itu berdampak langsung pada kapasitas pengangkutan kendaraan logistik.
Menurut Arief, rata-rata satu trip kapal dapat mengangkut sekitar 20 kendaraan logistik. Dengan hilangnya 30 perjalanan, diperkirakan ada sekitar 600 kendaraan yang tertunda.
"Tinggal dikalikan saja, satu trip rata-rata 20 kendaraan. Kalau berkurang 30 trip berarti sekitar 600 kendaraan tertahan. Itu yang memicu antrean di luar pelabuhan," tegasnya.
ASDP Maksimalkan Kantung Parkir, Normal Diprediksi Sabtu Dini Hari
Untuk mengurangi dampak kepadatan, ASDP Ketapang terus berkoordinasi dengan BPTD, Satlantas, serta Dinas Perhubungan Banyuwangi.
Langkah yang dilakukan saat ini adalah memaksimalkan pemanfaatan kantung parkir agar antrean kendaraan tidak meluber hingga badan jalan utama.
"Kantung parkir terus kami maksimalkan. Memang kondisinya penuh, tetapi sirkulasi tetap berjalan. Kapasitasnya sekitar 400 kendaraan lebih," ujar Arief.
Pihak ASDP memperkirakan kondisi antrean mulai berangsur normal apabila cuaca di Selat Bali membaik.
Selain faktor cuaca, intensitas kendaraan logistik juga diprediksi mulai menurun pada akhir pekan.
"Untuk kendaraan kecil dan bus masih normal. Yang terdampak hanya kendaraan logistik. Mudah-mudahan Sabtu dini hari sampai Minggu mulai kembali normal," pungkasnya.
Situasi ini kembali menunjukkan tingginya ketergantungan distribusi logistik Jawa-Bali terhadap kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Ketika cuaca memburuk dan kapal terganggu, efeknya langsung menjalar hingga antrean panjang di daratan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin