RADARBANYUWANGI.ID - Empat pegawai Lapas Kelas IIA Banyuwangi menerima penghargaan dari Ditjenpas Jawa Timur atas keberhasilan mereka mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis sabu di lingkungan lapas.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kewaspadaan dan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas pengamanan.
Digelar Saat Apel Pagi
Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dalam apel pagi di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kamis (30/4).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, M Ulin Nuha, kepada empat pegawai yang dinilai sigap dan teliti dalam melakukan penggeledahan terhadap pengunjung.
Keempat petugas tersebut sebelumnya berhasil memergoki seorang pengunjung berinisial EM yang diduga membawa narkotika jenis sabu ke dalam lapas.
Apresiasi atas Integritas dan Kewaspadaan
Dalam sambutannya, Ulin Nuha menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata pengakuan atas dedikasi dan integritas para pegawai.
“Ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras, integritas, dan pengabdian. Diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan pemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga berharap momentum ini mampu membangkitkan semangat kolektif dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Komitmen Bersih dari Narkoba
Ulin menegaskan komitmen kuat untuk memberantas peredaran narkoba di seluruh lapas dan rumah tahanan (rutan) di Jawa Timur.
Menurutnya, tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkotika.
“Kami memastikan seluruh lapas dan rutan di Jawa Timur harus aman dan bersih dari narkoba. Integritas adalah harga mati,” tegasnya.
Tantangan Semakin Kompleks
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di bidang pemasyarakatan semakin kompleks, sehingga membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari seluruh petugas.
Ketelitian, disiplin, dan kepekaan dalam menjalankan tugas menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Kita harus selalu waspada dan menjunjung tinggi nilai integritas. Kepercayaan masyarakat adalah amanah,” tambahnya.
Kepala Lapas: Jadi Motivasi Kinerja
Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima jajarannya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan barang terlarang.
“Kewaspadaan dan kesigapan mereka patut diapresiasi. Ini harus menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi institusi,” ujarnya.
Peran Strategis Petugas Lapas
Kasus ini kembali menegaskan peran penting petugas lapas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.
Pengawasan ketat terhadap pengunjung maupun barang bawaan menjadi salah satu langkah krusial untuk mencegah masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya.
Dorong Profesionalisme Berkelanjutan
Penghargaan yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pemicu bagi peningkatan profesionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan komitmen yang kuat dan integritas yang terjaga, upaya menciptakan lapas yang bersih dari narkoba diharapkan dapat terus terwujud.
Momentum Perkuat Integritas
Ke depan, Ditjenpas Jatim menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam penegakan aturan serta memperkuat budaya kerja yang berintegritas.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan sistem pemasyarakatan berjalan sesuai dengan prinsip hukum dan keamanan. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin