Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

El Nino 2026 Mengintai Banyuwangi: 11 Kecamatan Masuk Zona Merah Kekeringan, Ancaman Krisis Air Menguat

Ali Sodiqin • Minggu, 19 April 2026 | 21:30 WIB
El Nino 2026 ancam Banyuwangi. Sebanyak 11 kecamatan masuk zona rawan kekeringan. BPBD minta warga waspada krisis air. (Ilustrasi ChatGPT Image)
El Nino 2026 ancam Banyuwangi. Sebanyak 11 kecamatan masuk zona rawan kekeringan. BPBD minta warga waspada krisis air. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID - Ancaman krisis air mulai menghantui Banyuwangi. Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 bukan sekadar isu global, tetapi sudah diterjemahkan sebagai risiko nyata di tingkat lokal—bahkan meluas.

Data terbaru dari BPBD Banyuwangi menunjukkan sedikitnya 11 kecamatan masuk kategori risiko tinggi kekeringan. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan sinyal awal krisis yang berpotensi membesar jika tak diantisipasi.


Zona Merah Meluas, Air Kian Menyusut

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengungkapkan pemetaan dilakukan berdasarkan pengalaman kekeringan ekstrem sebelumnya.

“Untuk kluster risiko tinggi terdapat 11 kecamatan, sedang 4 kecamatan, dan rendah 10 kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Penggelapan Peralatan Sound System di Banyuwangi, Korban Rugi Belasan Juta dan Laporkan Pelaku ke Polisi

Sebanyak 11 kecamatan yang masuk zona merah meliputi:

Sementara itu, risiko sedang berada di:

Adapun wilayah risiko rendah tersebar di 10 kecamatan lainnya.

Namun yang menjadi sorotan, luas wilayah berisiko tinggi kini semakin bertambah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Wilayah klaster tinggi makin meluas. Ketersediaan air semakin menyusut,” tegas Partana.


El Nino: Ancaman yang Datang Perlahan

Fenomena El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Dampaknya, curah hujan turun drastis dan musim kemarau menjadi lebih panjang serta ekstrem.

Baca Juga: Profil Siti Nurhaliza: Diva Asia Tenggara yang Tetap Tegar Usai Kecelakaan Tol MEX Malaysia

Banyuwangi bukan wilayah baru dalam menghadapi fenomena ini. Catatan kekeringan parah pada 2015 dan 2023 menjadi rujukan utama dalam pemetaan risiko tahun ini.

Namun, kondisi 2026 dinilai berpotensi lebih berat karena:


Potensi Krisis Air di Depan Mata

Jika El Nino berlangsung sesuai prediksi, sejumlah wilayah berpotensi mengalami:

Situasi ini menjadi alarm serius, terutama bagi wilayah pedesaan yang bergantung pada sumber air alami.


BPBD: Warga Harus Bergerak Sekarang

BPBD Banyuwangi mengingatkan bahwa mitigasi tidak bisa menunggu puncak krisis.

Masyarakat diminta mulai:

Langkah dini dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak yang lebih luas.


Antara Ancaman dan Kesiapan

El Nino 2026 bukan sekadar fenomena cuaca—ini adalah ujian kesiapan daerah dalam menghadapi krisis sumber daya.

Banyuwangi kini berada di persimpangan:

Yang jelas, tanda-tandanya sudah muncul.
Dan waktu untuk bersiap semakin sempit. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#El Nino 2026 #kekeringan Banyuwangi #krisis air Jatim #musim kemarau panjang #bpbd banyuwangi