RADARBANYUWANGI.ID – Peristiwa nahas menimpa tiga petani di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Kamis (17/4) siang.
Saat mereka tengah memanen jagung di lahan Perhutani, petak 40 H, petir tiba-tiba menyambar ketiganya dan membuat salah seorang petani kehilangan nyawa.
Korban meninggal yakni Pujo Ardianto, 39, warga Desa Alasbuluh, yang saat itu berada di tengah lahan jagung.
Sementara dua rekannya, Niha, 66, dan Tohari ,53, warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Bondowoso, berhasil selamat dengan luka ringan.
Keduanya berada di pinggir ladang saat petir menyambar. Melihat salah satu rekanya meninggal, keduanya langsung berteriak mencari pertolongan.
Para petani yang ada di sekitar lokasi langsung datang untuk menolong para korban. Warga yang mengevakuasi korban juga segera melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan polisi.
Pujo ditemukan tak bernyawa di tempat kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Sementara Niha dan Tohari segera dilarikan ke UGD Puskesmas Wongsorejo untuk menjalani perawatan.
”Petir menyambar mengenai Pujo yang saat itu tengah sibuk memanen jagung. Saat itu kondisi cuaca memang mendung,” ujar Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan.
Saat ditemukan warga, Pujo sudah dalam keadaan meninggal dunia di tengah ladang. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Eko menambahkan, tragedi ini menjadi peringatan akan bahaya cuaca ekstrem bagi masyarakat.
Eko mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat cuaca buruk.
”Dua korban selamat langsung dibawa ke UGD Puskesmas Wongsorejo untuk mendapatkan perawatan. Jika langit mendung atau ada tanda-tanda petir, sebaiknya tunda kegiatan hingga kondisi aman,” pungkasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin