Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perjalanan Panjang Dosen Untag 1945 Banyuwangi Erna Agustina Raih Gelar Doktor Administrasi  Publik Universitas Brawijaya

Agung Sedana • Jumat, 28 Maret 2025 | 23:44 WIB

 

Angkat Disertasi Kolaborasi Pemerintah dan Media Massa dalam Membangun Ekosistem Pariwisata

 

Kepala Program Studi (Kaprodi) Administrasi Publik FISIP Untag 1945 Banyuwangi Erna Agustina SSos MSi berhasil lulus ujian disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi Publik Universitas Brawijaya Malang pada Jumat (21/3) lalu. Erna dengan lugas dan jelas berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan sembilan dosen penguji di RA22 FIA UB Malang.

FOTO BARENG: Erna Agustina berfoto bersama dengan tim penguji usai dinyatakan lulus dalam ujian disertasi di RA22 FIA UB Malang pada Jumat (21/3).
FOTO BARENG: Erna Agustina berfoto bersama dengan tim penguji usai dinyatakan lulus dalam ujian disertasi di RA22 FIA UB Malang pada Jumat (21/3).

 

AGUNG SEDANA, Banyuwangi

Butuh waktu empat tahun bagi Erna untuk menuntaskan studi tersebut. Dia harus pulang-pergi Banyuwangi dalam dua pekan sekali. Namun, berkat kerja keras tersebut, Erna berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya berjudul ”Multicultural Co-Creation dan Co-Production dalam Optimalisasi Peran Media Massa Pers di Sektor Publik” (Studi Collaborative Governance dalam Komunikasi Pemasaran Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi).

Disertasi tersebut dipertanggungjawabkan di hadapan sembilan tim penguji. Mereka adalah Dr Eko Pamuji MIKom (penguji eksternal/Sekretaris PWI Jatim) dan Dr Suyanto Waspotondo Wicaksono MSi (penguji eksternal yang juga Kepala Bappeda Banyuwangi). Sedangkan penguji internal yaitu Prof Dr Choirul Saleh Msi Fadillah Putra SSos MSi MPAff PhD, Dr Drs Muhammad Shobaruddin MA, Prof Dr Drs Abdullah Said MSi, Prof Dr Drs  Andy Fefta Wijaya MDA PhD, Prof Dr Suryadi MS, dan Dr Riyanto MHum.

”Saya merasa lega dinyatakan lulus ujian disertasi. Perjalanan menyelesaikan studi sangat melelahkan. Alhamdulilah, dengan waktu 4 tahun bisa lulus,’’ ujar Erna yang juga mantan wartawan Radar Banyuwangi itu. 

Erna menjelaskan, novelti dari penelitian ini adalah dimensi pemerintah-media dalam collaborative governance, yaitu mengeksplorasi peran media massa pers lokal sebagai aktor strategis dalam pemasaran pariwisata melelui konsep co-creation dan co-production.

Kedua, analisis interaksi stakeholder dalam konteks lokal. Studi ini mengungkap bagaimana pola kolaborasi informal antara Pemkab Banyuwangi dan media amssa pers lokal. Meskipun tanpa ada nota kesepahaman  formal, dapat berkontribusi terhadap peningkatan citra pariwisata dan jumlah kunjungan wisata. 

Novelti penelitian berikutnya adalah konseptualisasi model pemasaran pariwisata melalui media. ”Penelitian ini mengembangkan model pemasaran pariwisata  berbasis media massa yang belum banyak dibahas dalam literatur collaborative governance, terutama dalam konteks pariwisata daerah,’’ ungkap ibu tiga anak itu.

Erna Agustina
Erna Agustina

Diungkapkan Erna, perjalanan meraih gelar tertinggi di dunia akademik bukanlah hal yang mudah. Banyak suka duka yang telah ia lalui, bentrok hati dan pikiran kerap membuat Erna gundah. Namun, berkat dukungan pihak kampus Untag Banyuwangi, keluarga, rekan, dan wartawan Banyuwangi, studi S-3 tersebut bisa dituntaskan. ”Dukungan Pemkab Banyuwangi, Untag, parpol, dan keluarga sangat berarti bagi kami. Semoga disertasi ini bisa bermanfaat untuk kemajuan pariwisata Banyuwangi,’’ ujarnya.

Ibu beranak tiga ini memulai jenjang pendidikan S-1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Merdeka Malang (1999–2003), kemudian melanjutkan S-2 Administrasi Publik Universitas Dr Soetomo Surabaya (2015–2017), hingga akhirnya menyelesaikan Program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya (2021–2024).

Pariwisata menjadi sektor yang tengah booming dan menjadi penyumbang devisa yang tinggi. Di Banyuwangi, destinasi wisata terus bermunculan, sehingga Erna tertarik untuk meneliti bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan media massa dalam membangun ekosistem pariwisata. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mendalam, melibatkan masyarakat etnis, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), serta observasi terhadap festival dan berbagai kegiatan wisata.

Namun, prosesnya tidak mudah. Erna harus mengganti judul disertasinya sebanyak lima kali, bahkan setelah ujian akhir masih harus melakukan revisi besar dengan menambahkan konsep co-production. Proses akademiknya juga tidak kalah berat, dengan total 9 kali ujian, termasuk yudisium, hingga akhirnya resmi meraih gelar doktor.

Dalam perjalanannya, Erna juga mendapatkan beasiswa dari Kemendikbudristek, yang merupakan program seleksi ketat dengan hanya 100 peserta terpilih dari 300 pelamar di seluruh Indonesia. Selama enam bulan, ia berkompetisi dengan kandidat lain untuk mempresentasikan risetnya. Keberhasilannya dalam mendapatkan beasiswa ini menjadi salah satu pencapaian besar dalam perjalanan akademiknya. ”Lama dan benar-benar menguras segala hal. Namun, Alhamdulilah bisa rampung dalam 4 tahun ini,” ujarnya.

Erna bercerita telah menghabiskan 8 semester untuk menyelesaikan studinya. Dia harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi akademik maupun kehidupan pribadi. Salah satu tantangan terbesar adalah mengatur emosi dan mental dalam menghadapi tekanan.  Erna mengaku sempat kelimpungan dalam mengelola 4 peran sekaligus. Yakni sebagai istri, sebagai ibu dari tiga anak, sebagai tenaga pendidik di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, dan sebagai mahasiswa S-3.

Dengan semangat dan doa, Erna akhirnya berhasil menyelesaikan bab demi bab dan mendapatkan persetujuan. Keberhasilan Erna ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Peran suaminya sangat besar dalam memberikan dorongan moral dan emosional.  ”Suami saya itu meskipun rewel, namun dia orang paling berjasa dalam hal ini. Dukungan dan kehadiran dia di sisi saya menjadi kekuatan bagi saya,” ungkap Erna.

Selain itu, Perpenas dan Untag Banyuwangi turut berperan dalam memberikan bantuan dana pendidikan. Teman-temannya di Untag juga menjadi support system yang luar biasa, selalu mendorongnya untuk tetap maju dan berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#ub malang #Doktoral #banyuwangi #unibraw #untag banyuwangi