Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengunjungi Korea Selatan ketika Winter Sedang Seru-serunya (4). Tertegun dalam Perpustakaan Terbesar di Tengah Mall

Samsudin Adlawi • Senin, 10 Februari 2025 | 03:19 WIB
Starfield Library di Seoul, Korsel
Starfield Library di Seoul, Korsel

Bisa menginap di Denim Hotel adalah berkah. Letaknya di ujung kawasan elite Gangnam, memudahkan untuk melakukan eksplorasi destinasi menarik di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul.

SAMSUDIN ADLAWI, Seoul, Korsel

GANGNAM adalah satu dari distrik di Seoul. Merupakan kawasan elite di Korsel. Kota itu mendunia pada 2012. Tepatnya, ketika penyanyi asal Korsel Psy merilis lagu ”Gangnam Style”. Dalam waktu singkat demam Gangnam Style mewabah ke seluruh dunia.

Lagu ”Gangnam Style” disebut sebagai K-Pop pertama yang mengguncang dunia. Hampir semua orang di dunia—penggemar musik maupun yang kurang suka musik— mendadak lihai berjoget menirukan gaya Psy. Kita tahu, saat melantunkan ”Gangnam Style”, Psy menari bak seorang yang sedang menunggang kuda. Dua tangan dijulurkan ke depan perut. Tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri.

Gaya menari Psy itu sangat ikonik. Sampai-sampai dibuatkan patung. Dari bahan perunggu. Berupa gerakan tangan ikonik lagu hits global ”Gangnam Style”. Letaknya di jantung Distrik Gangnam yang sibuk dan ramai. Tepatnya, di sisi timur luar COEX Mall. Patung tersebut menjadi bukti sensasi budaya Korsel yang sukses menaklukkan seluruh dunia.

Saat mendekatinya, alam pikiran langsung tersedot ke era 2012. Saat kali pertama lagu ”Gangnam Style” meledak di dunia. Dibimbing lagu ”Gangnam Style” yang dimainkan secara berulang-ulang. Terus-menerus. Frekuensinya bergantung pada seberapa banyak dan sering pengunjung mendekatinya. Untuk berswafoto. Tepat di depan/bawah patung Gangnam. Saat malam tiba, suasananya makin meriah. Ribuan lampu kecil di tiga taman menyala. Menghidupkan suasana indah.

Sebetulnya saya pengin berlama-lama mengeksplor patung gaya menarik Psy itu. Mengambil angle dari beberapa sudut. Sebab, patungnya dibuat tiga dimensi. Sangat eksotik. Namun, hawa dingin makin menusuk. Disertai angin lumayan kencang.

Penulis foto dengan latar patung tangan gaya Psy saat menyanyikan lagu Gangnam Style
Penulis foto dengan latar patung tangan gaya Psy saat menyanyikan lagu Gangnam Style

Tidak ada jalan lain, selain bergegas ”mengungsi” ke dalam COEX Mall. Lumayan. Bukan hanya berlindung. Melainkan sekalian mengeksplor seisi mall. Pusat perbelanjaan yang satu itu sebenarnya tak jauh beda dengan kebanyakan mall di tempat lain. Baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Tapi, COEX Mall terasa begitu beda. Bahkan, terasa sangat istimewa. Sebab, di tengah mall yang luas terdapat perpustakaan yang besar dan megah. Namanya Starfield Library. Perpustakaan Starfield menjadi destinasi unik. Karena, sekali lagi, letaknya di pusat perbelanjaan COEX Mall. Salah satu mall terbesar di Seoul, Korsel. Perpustakaan itu merupakan salah satu perpustakaan publik terbesar. Juga paling menarik di dunia.

Perpustakaan Starfield berada di lantai B1-1F. Buku-buku koleksinya ditempatkan dengan begitu hati-hati di rak setinggi kurang lebih 13 meter. Peletakan rak bukunya begitu memikat. Selain menempel di semua dinding, ada setidaknya tiga rak yang menjulang sangat tinggi.

Boleh dibilang, perpustakaan tersebut menjadi impian dan jujukan para pencinta buku. Baik orang Korsel maupun mereka yang berasal dari luar Negeri Ginseng. Para pencinta buku tinggal pilih judul yang diincarnya. Pasti buku yang dicari tersedia. Sebab, perpustakaan Starfield menyediakan 50.000 buku dan majalah. Tanpa sadar, kepala saya langsung geleng-geleng. Memandangi deretan buku yang tertata rapi. Baik di lantai 1 maupun lantai 2.

Untuk sampai lantai 2, saya harus menaiki eskalator yang begitu panjang dan tinggi. Dari lantai 2, puluhan ribu yang tertata begitu rapi makin memesona. Apalagi, sisa-sisa suasana Natal dan Tahun Baru masih terlihat. Menghiasi berbagai sudut perpustakaan.

Sebagai pencinta buku, saya terus mengelus dada. Apalagi, melihat semua kursi yang disediakan pengelola penuh oleh pengunjung. Mereka sangat serius membaca buku-buku yang dipilihnya. Bukan hanya orang dewasa. Banyak juga anak-anak Korsel yang suntuk membaca. ”Keren. Ternyata Korsel sangat beradab. Anak-anak hingga orang dewasa gemar membaca. Pembuatan perpustakaan di tengah mall ternyata menarik juga,” pikir saya seraya mengamati anak-anak membaca buku di antara orang-orang dewasa.

Meski koleksi bukunya 50.000 volume, ruangan perpustakaannya tidak terasa sempit. Sebab, perpustakaan tersebut berdiri di area seluas 2.800 meter persegi. Apalagi, dari awal memang dikonsep sebagai ruang belajar pribadi yang nyaman. Dengan cahaya lembut, Perpustakaan Starfield menjadi tempat pengunjung bisa bekerja dengan laptop. Mereka bisa memilih meja dengan berbagai bentuk.

Rasanya-rasanya, Perpustakaan Starfield hanya kalah oleh Perpustakaan Shanghai. Tercatat, perpustakaan di Negeri Tirai Bambu itu sebagai perpustakaan umum terbesar di Asia. Koleksi bukunya saja mencapai lebih dari 65 juta item.

Didirikan pada 1952, Perpustakaan Shanghai juga berfungsi sebagai pusat budaya dan informasi utama bagi rakyat di kota tersebut. Tujuan pembangunannya sendiri adalah menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku. Melainkan berfungsi sebagai pusat penelitian, pameran, dan pendidikan publik. Dan, yang terpenting dikemas sangat menarik. Paling menarik di dunia.

Tiba-tiba saya teringat perpustakaan di Indonesia. Khususnya Banyuwangi dan Situbondo. (Bersambung/c1)

Editor : Sigit Hariyadi
#korea #korsel #winter #gangnam #Korea Selatan #liburan