Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebutuhan Guru dan Tenaga Pendidik Masih Cukup Tinggi: Tak Dapat Jatah CPNS, PGRI Banyuwangi Sarankan Sekolah Berdayakan Guru Magang  

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 4 September 2024 | 05:43 WIB

 

GURU KURANG: Kebutuhan guru yang tinggi sementara bisa dipenuhi melalui guru magang
GURU KURANG: Kebutuhan guru yang tinggi sementara bisa dipenuhi melalui guru magang

Radarbanyuwangi.id - Kebutuhan guru dan tenaga pendidik di Banyuwangi masih cukup tinggi. Pada pembukaan CPNS tahun ini, tidak ada formasi untuk profesi guru sehingga sekolah harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Salah satunya dengan mengangkat guru magang.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi M. Sodiq mengatakan, cara itu diambil beberapa sekolah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Sekolah membuka pendaftaran untuk warga yang memiliki kemampuan mengajar.

Sebelum direkrut, para guru magang biasanya akan diuji kemampuan mengajarnya di setiap sekolah. ”Karena tidak ada tambahan guru dan kita butuh, maka yang diangkat adalah guru magang untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” kata Sodiq.

Sodiq menyebut, pengangkatan guru magang menjadi kewenangan sekolah. Biasanya cukup dengan SK kepala sekolah saja karena yang membutuhkan adalah sekolah. Saat ini sudah ada beberapa sekolah yang mengambil langkah seperti itu.

Apalagi, sesuai regulasi memang tidak boleh ada pengangkatan guru baru sehingga sekolah menggunakan cara tersebut agar proses pembelajaran tetap berjalan.

”Untuk gurunya macam-macam, sesuai yang pensiun di sekolah. Di tempat saya (SMPN 1 Banyuwangi) ada guru BK dan guru matematika yang pensiun, ya kami butuh penggantinya,” jelas Sodiq.

Untuk pembayaran honor guru magang, sekolah biasanya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sesuai regulasi, ada pagu untuk membayar guru memakai dana BOS.

Sisanya biasanya di-cover dengan uang dari peran serta masyarakat (PSM). ”Jumlah honornya beragam, menyesuaikan kebutuhan dari sekolah,” ujar Kepala SMPN 1 Banyuwangi itu.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, saat ini masih ada 1.600 guru honorer yang bekerja di sejumlah sekolah. Meski sudah ada guru honorer, kebutuhan guru Dinas Pendidikan masih lebih besar dari angka tersebut.

Suratno menambahkan, setidaknya dibutuhkan 2.000 guru lagi untuk menutupi kekurangan selama ini. ”Setiap tahun, bahkan setiap bulan selalu ada guru yang pensiun. Itu tidak bisa kita tunda sehingga jumlah guru terus berkurang meskipun telah mengangkat 1.600 honorer,” kata Suratno.

Beruntung, beberapa tahun terakhir ada pengangkatan PPPK yang dilakukan Pemkab Banyuwangi sehingga cukup membantu kebutuhan yang ada. Suratno berharap ke depannya akan semakin banyak jalur penerimaan untuk profesi guru yang disediakan.

Apalagi, imbuh Suratno, pihaknya menilai ada geliat anggaran pendidikan di level pemerintah pusat. ”Ini menjadi tantangan buat kita untuk menyesuaikan kebutuhan guru dengan ketersediaannya,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#tenaga pendidik #Berdayakan #cpns #profesi guru #kebutuhan guru #sekolah #pgri #guru magang #banyuwangi #bos