Lansia itu dievakuasi ke rumah sakit lantaran kondisi fisiknya lemah dan susah berjalan. Hal ini ditengarai menjadi pemicu laki-laki tersebut tertidur di kompleks Pasar Banyuwangi yang sedang dirobohkan.
”Satpol PP Banyuwangi menerima laporan dari masyarakat tentang keberadaan seorang kakek usia lanjut di area yang akan direvitalisasi. Menanggapi laporan tersebut, anggota kami dengan sigap bergerak menuju lokasi untuk menangani situasi tersebut,” ujar Sekretaris Satpol PP Banyuwangi Kholid Askandar.
Kholid mengatakan, sesampai di tempat kejadian ditemukan bahwa kakek yang identitasnya belum diketahui tersebut dalam kondisi kesulitan berjalan.
”Mengingat kondisi fisiknya serta tidak adanya informasi tentang lansia tersebut, anggota Satpol PP memutuskan untuk membawanya ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) guna mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata dia.
Setelah berkoordinasi dengan Dinsos-PPKB dan mempertimbangkan langkah terbaik, lanjut Kholid, keputusan awal yang diambil yakni membawa lansia tersebut ke RSUD Blambangan.
”Tindakan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan kakek tersebut tetap terjaga dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan,” kata dia.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, imbuh Kholid, Satpol PP Banyuwangi berharap dapat memberikan bantuan optimal kepada kakek tersebut dan menjaga keselamatannya.
”Semoga pihak keluarga nantinya juga bisa merawat kakek tersebut agar tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya sendiri,” pungkasnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries