Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Susu Kambing Milik Peternak Lokal Sulit Laku, Susu Kambing Terpaksa Disimpan Beberapa Bulan 

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 12 Juni 2024 | 17:15 WIB
MENGHASILKAN: Kambing etawa sedang diperah susunya secara manual menggunakan tangan kosong.
MENGHASILKAN: Kambing etawa sedang diperah susunya secara manual menggunakan tangan kosong.

RadarBanyuwangi.id - Produksi susu kambing semakin membaik dan merata di Banyuwangi. Namun karena belum diolah optimal, ada beberapa peternak yang kesulitan pemasaran.

Bahkan, ada yang terpaksa disimpan selama beberapa bulan.   

Usaha susu kambing etawa rupanya cukup banyak di Kabupaten Banyuwangi. Tapi, potensi itu masih perlu mendapat sentuhan inovasi secara maksimal. 

Selain diambil dagingnya, kambing juga diperah untuk diambil air susunya. Bisnis susu kambing ini pun cukup menjanjikan untuk dijadikan pemasukan tambahan. 

Seperti yang terpantau di kawasan peternakan kambing etawa di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Peternakan kambing ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Panji Makmur. Didirikan sejak 2018 lalu, usaha ini menggabungkan 15 peternak kambing perah produktif yang ada di Desa Jambewangi.

Ketua KUB Panji Makmur, Hanif, 27, mengatakan, ada sekitar 100 ekor kambing perah produktif yang ada di Jambewangi.

Dengan rata-rata produksi susu kambing sekitar 2.000 liter per pekan.

“Per hari untuk yang murni etawa menghasilkan satu liter susu. Sedangkan yang kawin silang bisa sampai dua liter per hari,” jelasnya.

Selain susu kambing itu dijual menggunakan branding sendiri, KUB Panji Makmur juga menjadi pemasok rutin beberapa pabrik.

Gabungan kelompok usaha susu kambing Banyuwangi ini, bahkan mampu menyuplai hingga 15.000 liter susu kambing setiap pekan.

“Sistemnya kita mitra bareng seluruh peternak. Per liter dihargai sekitar Rp 15 ribu,” ungkap Hanif.

Masalahnya, kata dia, tak semua peternak kambing perah punya rekanan bisnis atau menjadi mitra sebuah pabrik. Sehingga penyerapan produksi susu kambing bisa lebih terjamin. 

Tak heran, ketika penyerapan hasil produksi susu kambing murni tidak lancar, para peternak pun kesusahan.

“Saat ini sedang turun. Sudah berbulan-bulan peternak tidak bisa mengirim susu produksinya,” kata seorang peternak di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Khaibullah, 37.

Menurut Khaibullah, kesulitan yang dialami para peternak dalam mendistribusikan susu hasil perahan itu, terjadi di banyak wilayah.

Sebut saja di wilayah Kecamatan Sempu, Kecamatan Genteng, Kecamatan Siliragung, dan Kecamatan Songgon.

“Para peternak ini terancam gulung tikar, susu yang sudah disimpan berbulan-bulan tidak kunjung dikirim,” ungkapnya.

Untuk itu, Khaibullah mengaku saat ini sudah mulai berpikir agar bisa menghasilkan cuan bukan hanya dari jualan susu segar.

“Saya sedang cari cara membuat olahan dari susu. Entah nantinya dijadikan bubuk agar lebih awet, atau bagaimana, masih mau dipikirkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#Susu #mitra 10 #Kambing Perah #pabrik