RadarBanyuwangi.id – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi demisioner, KH. Moh. Ali Makki Zaini, buka suara terkait adanya kepengurusan karteker.
Gus Makki meminta kepada warga NU Banyuwangi untuk menerima dengan lapang dada keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang membentuk karteker PCNU Banyuwangi.
Dalam video yang dibagikan secara berantai di media sosial (medsos) maupun WhatsApp grup, Gus Makki menganggap peristiwa yang terjadi saat ini adalah takdir dari Allah SWT.
“Kenapa kok begitu? Karena bagi kami tak satupun apa yang sudah terjadi dan akan terjadi tanpa sekenario Allah SWT,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayut, Desa Parijatah Kulon, Srono, Banyuwangi, itu.
Gus Makki juga menyinggung imbauan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan dalam video yang telah dibagikan beberapa hari sebelumnya.
“Kami sepakat dan kami derek, atas himbauan KH Zainullah Marwan agar kita menahan diri. Kita fokus pada pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan ini,” ungkapnya.
Berikut penyataan lengkap suami Ny Aminatus Salamah yang dilansir dari akun YouTuber Radar Banyuwangi:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Konco-konco kader NU Kabupaten Banyuwangi di manapun panjenengan berada.
Mensikapi apa yang telah terjadi di tubuh kepengurusan PCNU Kabupaten Banyuwangi.
Bagi kami sudah selesai dan wajib kami diterima dengan lapang dada.
Kenapa kok begitu? Karena bagi kami tak satupun apa yang sudah terjadi dan akan terjadi tanpa sekenario Allah SWT, tanpa keputusan Allah SWT
Tak satupun daun yang jatuh dari pohon itu lewat dari tulis dan takdir Allah SWT.
Begitu kami diambil alih, berarti selesailah tugas khidmat kami melalui jalur struktural Nahdlatul Ulama.
Menyikapi gejolak riak-riak di NU Banyuwangi akhir-akhir ini, kami sepakat dan kami derek, atas himbauan KH Zainullah Marwan agar kita menahan diri.
Kita fokus pada pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan ini.
Kita pasrahkan semuanya kepada Allah, dan masih banyak ruang-ruang khidmat yang akan bisa kita lakukan ke depan.
Demikian, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (*)