Dua mobil beradu kecepatan dari arah selatan menuju utara. Sorak-sorai penonton yang berdiri di pinggir jalan terdengar membahana.
Aksi balap liar tersebut dikeluhkan oleh warga sekitar.
Suara bising dari knalpot mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di kawasan tersebut maupun pengendara yang sedang melintas.
”Suaranya sampai ke perkampungan, masyarakat benar-benar terganggu suara bising,” ujar Rahman, 32, warga Lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri.
Rahman mengatakan, aksi balap liar kerap dilakukan sekelompok anak muda.
Bahkan, hampir setiap malam para remaja menggelar aksi tersebut.
”Hampir setiap hari, paling ramai Sabtu malam hingga Minggu dini hari,” katanya.
Rahman menyebut, aksi balap liar sangat membahayakan. Jalan yang digunakan balapan merupakan double way yang cukup sempit.
”Jika digunakan balapan, apalagi pakai mobil, jelas sangat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang lewat,” tegasnya.
Sebenarnya aparat kepolisian sudah sering melakukan patroli di wilayah tersebut. Namun, para pelaku balap liar lebih lihai dan cerdik menghindari razia.
”Jika ada polisi, mereka menghindar dengan masuk ke gang-gang sempit. Terkadang mereka juga kabur ke arah utara,” jelas Rahman.
Hal senada juga disampaikan oleh Fathurahim. Dia mengaku resah dengan aksi balap liar tersebut.
”Mendengar suara knalpot brong, anak saya yang masih berusia dua tahun sampai terbangun. Terkadang sampai menangis dan tidak bisa tidur lagi,” kata pria berusia 35 tahun tersebut.
Fathur menyebut, warga kampung tidak bisa bertindak apa pun karena penonton balap liar cukup banyak dan mayoritas anak-anak muda.
”Kami mau membubarkan takut dikeroyok, jadi kami biarkan saja. Kami berharap pelaku balap liar bisa ditindak aparat kepolisian,” ucap bapak satu anak tersebut.
Fathur berharap, pelaku balap liar ditindak tegas agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Was”Kalau bisa dipenjara saja, biar menjadi efek jera dan pembelajaran bagi yang lainnya,” tegasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries