RadarBanyuwangi.id - Warga nahdliyin Banyuwangi berduka. Musytasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH. Ahmad Khothib Habibulloh berpulang, Rabu sore (19/7).
Kepergian pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro Krikilan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, handai taulan, dan warga nahdliyin Banyuwangi.
Ketua PCNU Banyuwangi Mohammad Ali Makki mengaku sangat mengenal baik Kiai Khotib Habibullah. Bahkan, dia juga pernah diajar langsung oleh beliau. "Setelah mengajar santri, saya diajar sendiri oleh beliau. Jadi beliau sangat bertanggung jawab," ungkapnya.
Kiai Khotib dikenal orang yang tertib dalam hidupnya, mulai bangun tidur, makan, hingga tidur. "Beliau juga tertib dalam mengkhatamkan Alquran. Tegas dalam mengambil sikap, walau sendirian. Beliau adalah orang yang perhatian dengan anak, cucu, keponakan dan jago silaturrahmi," kata Gus Makki.
Kiai Khotib memiliki suara khas dan mantap jika berpidato di atas podium. Tak heran, beliau pernah dipilih menjadi juru kampanye (jurkam) andalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipilih langsung oleh KHR As'ad Syamsul Arifin kala itu.
"Penampilannya elalu rapi. Memiliki ilmu komunikasi yang bagus. Mulai bekomunikasi dengan yang tua hingga muda. Beliau mampu beradaptasi dengan lawan bicaranya," tandas Gus Makki.
Kiai Khothib wafat di usia 79 tahun. Ribuan pelayat mengantarkan kepergian Kiai Khotib ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman umum keluarga yang berada di kompleks Ponpes Ummul Quro, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. (ddy/aif)
Editor : Ali Sodiqin