Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Darurat Sampah Berangsur Teratasi, Tumpukan Sampah Diangkut Menuju TPS Secawan

Dedy Jumhardiyanto • Kamis, 20 Juli 2023 | 00:00 WIB
TPS SEMENTARA: Untuk mengatasi darurat sampah, DLH Banyuwangi menyiapkan lahan di Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, untuk pembuangan sampah sementara, Senin (17/7).
TPS SEMENTARA: Untuk mengatasi darurat sampah, DLH Banyuwangi menyiapkan lahan di Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, untuk pembuangan sampah sementara, Senin (17/7).

RadarBanyuwangi.id – Darurat sampah rumah tangga akibat tidak terangkut menuju tempat pembuangan sementara (TPS), berangsur-angsur teratasi. 

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengangkut sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan sementara (TPS) di Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, untuk mengatasi problem sampah yang menumpuk selama empat hari, pihaknya sudah menemukan lahan sementara sebagai pengganti TPS Karangbendo, Rogojampi.

”Lahan di Secawan luasnya mencapai 1,5 hektare,” ungkap Yani, panggilan akrab Dwi Handayani.

Kawasan TPS sementara tersebut lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk, tepatnya di tengah perkebunan kelapa dan pepaya. Medan menuju tempat pembuangan sampah cukup sulit.

Lebar jalan empat meter, hanya bisa dilewati satu kendaraan dump truck. ”Lokasinya merupakan bekas galian C dan statusnya kita masih pinjam,” ungkap Yani.

Menurut Yani, potensi timbunan sampah di Banyuwangi cukup besar, diperkirakan mencapai 813,91 ton per hari. Sedangkan yang masuk ke TPS sementara mencapai 150 ton. Sisa 663 ton sampah dikelola oleh desa.

Meski demikian, DLH tetap melakukan proses pengelolaan sesuai standar operasional pekerjaan (SOP). Caranya dengan melapisi tanah dengan membran. Selanjutnya  sampah diuruk secara berlapis dengan tanah.

Selama proses berlangsung, tumpukan sampah disemprot menggunakan eco-enzyme agar mempercepat pembusukan dan mengurangi bau tak sedap. Tahap berikutnya, lapisan teratas sampah diuruk dengan tanah dengan ketebalan kurang lebih 2 meter.

Saat ini terdapat beberapa alat berat seperti loader dan ekskavator untuk perataan dan pengurukan. Sampah yang sudah diambil dari depo dan pasar langsung dibawa menuju ke TPS Secawan.

”Bila terjadi sesuatu di luar dugaan, kami siap menyosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” kata Yani.

Sebelumnya, TPS sementara yang berada di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, diprotes warga Desa Badean. Pasalnya, lokasi TPS sementara tersebut berdekatan dengan permukiman penduduk dan menimbulkan bau tidak sedap. Dampak lainnya, jika kena hujan, sampah tersebut mencemari air di Desa Badean.

Saat ini DLH tengah menyiapkan TPA permanen di atas lahan seluas 15 hektare. Lokasinya di Desa Sidodadi dan Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo. Tahun depan, TPA permanen tersebut sudah bisa difungsikan.

Sebagaimana diketahui, Banyuwangi kembali mengalami darurat sampah. Selama empat hari sampah rumah tangga menumpuk di depan rumah warga. Sejumlah tempat penampungan juga dipenuhi sampah rumah tangga. Akibatnya, lalat beterbangan ke mana-mana, lingkungan menjadi tercemar.    

Problem sampah tersebut dipicu oleh penutupan Tempat Pemrosesan Sampah (TPS) di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Dua hari lalu warga Desa Badean unjuk rasa gara-gara sumber air di rumah mereka tercemar oleh sampah di TPS Karangbendo.

Di kota Banyuwangi beberapa depo sampah ikut ditutup. Salah satunya Depo Karangrejo. Selain ditutup, di dalamnya juga tampak gerobak sampah yang tidak beroperasi. Petugas sampah tidak bisa mengambil sampah-sampah di permukiman warga. (ddy/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#galian c #DLH #tps #Sampah #lalat #permukiman