GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Nama Ahmad Hadinuddin sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), cukup popular di masyarakat, terutama yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. Pria kelahiran Jember, 25 Agustus 1979, itu dikenal anggota dewan yang punya perhatian khusus terhadap bidang pendidikan, khususnya madrasah.
Meski tidak bertugas di Komisi E yang membidangi pendidikan, dan justru masuk di Komisi B DPRD Jatim yang membidangi ekonomi, Hadi sapaan akrabnya, yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim dari Fraksi Partai Gerindra ini, kerap melakukan terobosan dalam peningkatan kualitas pendidikan di sejumlah daerah, termasuk di Banyuwangi.
Terobosan itu, diwujudkan dengan merintis program bantuan piranti untuk digitalisasi sistem pengajaran terhadap siswa, yang diberi nama Smart Madrasah. “Setiap kelas di madrasah akan dilengkapi dengan peralatan visual yang bisa difungsikan sebagai papan tulis dan media presentasi. Alat itu bisa terkoneksi dengan internet, sehingga akan semakin memudahkan proses kegiatan belajar,” katanya.
Hadi yang sempat menjadi staf DPR RI pada 2004 hingga 2007 dan 2009 hingga 2014, itu menyebut, belum meratanya pendidikan di Jawa Timur, menjadi salah satu alasannya ingin ikut memajukan pendidikan di Jawa Timur. “Madrasah (sekolah) di daerah belum mendapat perhatian. Atas dasar itulah saya menginisiasi Smart Madrasah di Jatim, ini diawali di Kabupaten Banyuwangi,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Hadi yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD dari Partai Gerindra dan kini maju lagi melalui Partai Gerindra di daerah pemilihan (Dapil) Jatim IV meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo dengan nomor urut 1 ini, rupanya punya ikatan emosional yang kuat dengan sekolah Islam. “Saya dulu sekolah di MI (Madrasah Ibtidaiyah), lalu MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan lanjut hingga kuliah di STAIN (kini UIN KH Achmad Sidiq) Jember,” tuturnya.
Dengan pendidikan yang ditempuh itu, Hadi bisa merasakan sistem penyampaian materi di sekolah sudah mulai tertinggal. Terlebih saat ini anak-anak lebih akrab dengan gadget dan hiburan di media sosial. “Ini bisa membentuk guru menjadi lebih kompetitif menghadapi era revolusi 4.0 yang juga berimplikasi pada dunia pendidikan,” tandasnya.
Mantan aktivis mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah STAIN Jember ini juga kerap menyalurkan idealisme dan keilmuan pada konstituennya. Di daerah pemilihannya (Dapil) Jatim IV yang meliputi Banyuwangi, Bondonwoso, dan Situbondo, ia sering membangun micro teaching khusus pada para guru Madrasah yang full tekhnologi pembelajaran modern. “Para guru tidak akan dilepas begitu saja, akan ada pelathan agar bisa mengoperasikan Smart Madrasah ini,” ungkapnya.
Dengan terobosan itu, tak heran jika pria yang pernah menjabat Sekertaris Excutive Pemuda Tani Indonesia pada 2006-2010 dan Wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada 2008-2011, itu mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pendorong Kemajuan Madrasah 2023 dalam gelaran Sunrise of Java Awar oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Terima kasih pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, semoga penghargaan ini bisa jai pelecut semangat agar program ini bisa terus berjalan dan bermanfaat bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.
SEMENTARA itu, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Hadinuddin, akan terus melanjutkan misi di dunia pendidikan. Untuk terwujudnya keinginannya itu, politisi muda ini kembali menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dari Partai Gerindra dengan nomor urut 1.
Menurut Hadi, sapaan akrab Ahmad Hadinuddin, jika kembali terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim dalam pemilihan legislatif (Pileg) pada 14 Pebruari 2024 mendatang, program Smart Madrasah yang dirintis akan lebih digalakkan lagi. Itu demi menunjang pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. “Misi ini sudah sejak awal saya jadi anggota dewan pada 2014,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Hadi, dengan adanya Smart Madrasah guna menunjang pembelajaran siswa madrasah itu, diharapkan pendidikan di Jawa Timur bisa merata, terlebih dalam menciptakan generasi muda yang berbasis IT. “Agar perhatian kepada sekolah negeri dan madrasah tidak timpang, program ini harus jalan,” katanya.
Hadi menuturkan, generasi muda merupakan garda terdepan dalam membangun bangsa. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang luas untuk menyongsong perkembangan teknologi. “Pendidikan berperan penting dalam memajukan negara, untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” cetusnya.
Terkait pencalegannya sendiri, Hadi mengungkap sudah melakukan berbagai gerakan. Ia rutin menghadiri pertemuan-pertemuan untuk menyampakan gagasan-gagasannya. “Saya sering menghadiri forum diskusi, dalam pertemuan itu program yang saya rintis ini saya sampaikan,” ujarnya seraya menyebut optimistis akan kembali terpilih.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi