RadarBanyuwangi.id – Prediksi head to head dalam pemilihan calon ketua KONI Banyuwangi periode 2023–2027 benar-benar terbukti.
Pada penetapan calon ketua KONI Banyuwangi, Jumat (8/12), Ahmad Khairullah dan Mukayin dipastikan akan beradu di musorkab setelah dipastikan memenuhi persyaratan pencalonan.
Keduanya sama-sama mengumpulkan 14 surat dukungan dari cabor. Syarat itu cukup untuk menjadikan keduanya sebagai kandidat ketua KONI Banyuwangi.
Ketua Panitia Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI Sujito mengatakan, dari enam pengambil formulir pendaftaran hanya dua yang menyerahkan berkas. Dari hasil verifikasi, keduanya juga dinyatakan layak untuk menjadi calon ketua KONI.
”Sampai penutupan tidak ada pendaftaran lagi. Akhirnya yang kita tetapkan dua orang. Keduanya membawa 14 surat dukungan,” jelas Sujito.
Dengan dikumpulkannya 28 surat dukungan dari kedua calon ketua KONI, artinya hanya tersisa delapan cabor yang belum memastikan pilihannya di musorkab yang berlangsung di Hotel Ketapang Indah, Sabtu (9/12).
Untuk bisa memenangkan pertarungan, masing-masing kandidat ketua setidaknya harus memiliki lima dukungan tambahan atau total 19 suara.
Salah satu kandidat Ahmad Khairullah mengaku siap membawa aspirasi cabor-cabor yang menginginkan adanya perbaikan di dalam tubuh KONI Banyuwangi.
Sebagai organisasi semi-pemerintah, mantan Kadispora Banyuwangi itu melihat KONI harus memberikan manfaat sebaik mungkin.
Terutama, untuk cabang olahraga yang menaungi aktivitas insan olahraga baik atlet maupun pelatih.
”Semoga semua berjalan lancar, musorkab bisa berjalan dengan adil dan transparan sesuai dengan harapan masyarakat khususnya insan olahraga,” kata Khairullah.
Kandidat lainnya, Mukayin mengatakan, tujuan dirinya mencalonkan kembali sebagai ketua KONI adalah ingin membenahi masalah ploting anggaran yang ada.
Dia menjelaskan, pengurus sebelumnya telah bekerja sama dengan Dispora dan Kominfo untuk membuat aplikasi SIRAGA.
Aplikasi tersebut akan menjadi standar baku dalam penentuan besaran anggaran yang diterima cabor.
Namun saat ini, aplikasi tersebut masih dalam proses pengembangan sehingga perlu dilakukan penyempurnaan agar ke depan tidak ada lagi cabor yang dirugikan atas sistem pembagian anggaran.
”Saya harap setelah pergantian pengurus sudah ada sistem yang baik, sehingga tidak menyulitkan siapa pun ketua umum KONI,” kata ketua KONI incumbent itu. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin