Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sering Meluber ke Jalan Raya, Dewan Tinjau Sungai di Perbatasan Asembagus dan Banyuputih

Edy Supriyono • Rabu, 24 Mei 2023 | 15:03 WIB
SIDAK: Komisi III DPRD Situbondo meninjau sungai yang dikeluhkan warga Asembagus, Senin (22/5). (Humaidi/Radar Situbondo)
SIDAK: Komisi III DPRD Situbondo meninjau sungai yang dikeluhkan warga Asembagus, Senin (22/5). (Humaidi/Radar Situbondo)
ASEMBAGUS, Jawa Pos Radar Situbondo – Komisi III DPRD Situbondo, Senin (22/5) meninjau sungai primer yang berada di perbatasan Desa Asembagus dan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Kondisi sarana tersebut selama ini kerap dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena pada saat-saat tertentu airnya meluber ke jalan raya.

Saat turun lapangan, Komisi III didampingi oleh juru pengairan Kecamatan Asembagus. Sejumlah fasilitas yang perlu perbaikan dicatat untuk dijadikan rekomendasi terhadap OPD terkait. ”Kalau hujan dan air dari bendungan dilepas, sungai ini sering meluap dan membuat jalan raya pantura banjir,” kata juru pengairan saluran sungai Asembagus, Arsyad.

Pantauan koran ini, sungai primer yang menyadap air dari bendungan tersebut memang tampak dangkal. Sehingga diperlukan normalisasi agar kedalamannya maksimal. Dengan demikian, potensi banjir setiap turun hujan dapat diantisipasi sehingga tidak membuat waswas warga sekitar.

Arsyad menyebut, pintu air sungai tersebut juga membutuhkan perbaikan dengan anggaran yang tidak sedikit. Jika pintu sudah diperbaiki, maka gorong-gorong di jalan raya Asembagus diharapkan bisa diperbaiki warga. ”Masalahnya komplet, pintunya rusak hingga sulit ditutup. Kalau bisa ditutup, warga bisa gotong royong membuang tanah yang menutup gorong-gorong,” jelasnya.

Arsyad juga mengeluhkan kondisi sungai yang dipenuhi sampah. Hal itu terjadi akibat warga yang kurang sadar dengan kebersihan sungai. ”Saya sudah usul pada dua kades Desa Banyuputih dan Desa Trigonco. Meskipun kades sudah mengingatkan, warga tetap buang sampah sembarangan. Buktinya sungai tetap penuh dengan sampah,” sesalnya.

Ketua Komisi III DPRD Situbondo Arifin menegaskan, pihaknya sudah melihat langsung sejumlah lokasi yang membutuhkan perbaikan. Di antaranya pintu sungai yang rusak. ”Kami sudah mencatat. Hal ini bakal kami usulkan kepada balai besar dan provinsi. Ini kan ranah provinsi,” ucapnya.

Arifin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait persoalan sampah di sungai tersebut agar dilakukan pengangkatan sampah, minimal satu minggu sekali. ”Sungai tersebut juga membutuhkan normalisasi. Sungainya sudah dangkal,” pungkasnya. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#sungai meluap #situbondo #Air Meluber #Pantura Banjir