Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cerita Jemaah Umrah Al Haram Ziarah Wizatama, Seolah Tak Henti Berselawat dari Bandara Menuju Nabawi

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 8 Agustus 2023 | 16:00 WIB
MASJID NABI: Jemaah umrah PT Al Haram Ziarah Wizatama berfoto bersama dengan latar Kubah Hijau Masjid Nabawi Madinah.
MASJID NABI: Jemaah umrah PT Al Haram Ziarah Wizatama berfoto bersama dengan latar Kubah Hijau Masjid Nabawi Madinah.

RadarBanyuwangi.id – Begitu mendarat di Madinah malam hari, jemaah umrah PT Al Haram Ziarah Wizatama hanya beristirahat sejenak. Setelah itu, mereka langsung masuk Masjid Nabawi malam itu juga.

Penerbangan langsung dari Surabaya menuju Tanah Suci, biasanya memakan waktu sepuluh jam. Namun perjalanan pesawat Batik Air yang membawa penumpang jemaah umrah PT Al Haram Ziarah Wizatama kali ini membutuhkan waktu 9 jam 10 menit.

Sekitar 30 menit menjelang landing, kru kabin melakukan berbagai persiapan. Seluruh penumpang diingatkan untuk ikut menyiapkan diri. Maklum, lumayan lama waktu mereka di dalam kabin pesawat.

Selama penerbangan, penumpang mendapat jatah dua kali makan. Yang pertama diberikan sekitar satu jam setelah take off. Selanjutnya, makan kali kedua diberikan sekitar satu jam sebelum landing.

”Rasanya puas sekali, puas berdoa, berzikir di dalam pesawat,” ujar Abdissalam, 48, jemaah umrah yang tinggal di Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi.

Sekitar 30 menit sebelum landing, kabin pesawat disemprot disinfektan. Sehingga, kebersihan penumpang maupun ruangan kabin pesawat tetap terjaga.

Akhirnya, pesawat mendarat di Bandara Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Ini berarti sekitar pukul 21.00 WIB karena ada selisih sekitar empat jam dengan waktu di Tanah Suci.

Setelah melalui pemeriksaan oleh pihak imigrasi Arab Saudi, para jemaah bergegas menuju bus yang disediakan oleh pihak Al Haram Ziarah Wizatama.

Kendaraan ini termasuk bus eksekutif bertingkat Rasayil Alhudaa yang pada masing-masing bangku sudah disiapkan makan dan minum.

Jemaah pun bertolak dari bandara menuju hotel. Sebanyak 23 orang jemaah menuju Golden Tulip ad-Dzahabi. Sedangkan 19 orang menuju Hotel Artal Munawwarah.

Sekadar diketahui, Hotel Golden Tulip al-Dzahabi terletak berseberangan dengan pintu 338 Masjid Nabawi. Beberapa tahun silam, pintu tersebut pernah dikenal sebagai pintu 25.

Sedangkan Hotel Artal Munawwarah terletak sekitar 150 meter sebelah utara pintu 26 Masjid Nabawi yang merupakan pintu masuk jemaah perempuan.

Sepanjang perjalanan dari bandara, rute yang dilintasi sungguh luar biasa. Sepanjang jalan itu pula, jemaah tak habis-habisnya membaca selawat. Apalagi ketika posisi kendaraan sudah mendekati Masjid Nabawi.

”Berkali-kali berkunjung ke Tanah Suci, tetap saja rasa haru melihat masjid terbesar kedua di dunia,” ujar mutawif sekaligus Tour Leader (TL) Ustad Maksud Abdul Hanan.

Setibanya di hotel, seluruh jemaah istirahat sejenak. Mereka juga sekaligus makan malam secukupnya. Setelah dirasa cukup, jemaah diminta kembali berkumpul pukul 21.30.

Malam itu juga, meskipun baru tiba, jemaah langsung menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat Tahiyatul Masjid, serta salat Magrib dan Isya yang dilaksanakan secara jamak takhir.

Sebelum memasuki masjid, Ustad Maksud Abdul Hanan memberikan pengarahan kepada jemaah. Mereka diminta untuk selalu mengingat nomor pintu Masjid Nabawi.

Ini dilakukan agar mereka tidak tersesat atau salah arah saat kembali ke hotel. Selain itu, jemaah juga harus tahu ada perbedaan pintu masuk bagi jemaah laki-laki dan perempuan. (bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#madinah #Umrah #pt al haram ziarah wizatama #bandara #makkah